Teh, Kopi, dan Minuman Ringan Kurangi Serapan Kalsium

DokterSehat.com – Konsumsi teh, kopi, dan minuman ringan (soft drink) dapat menyebabkan gangguan pada proses penyerapan kalsium dalam usus. Ini berdampak pada kepadatan tulang yang mudah terganggu dan berujung pada keropos tulang. Hal Ini cenderung meningkatkan risiko patah tulang.



Siti Annisa Nuhonni, Wakil Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, memaparkan bahwa, rata-rata konsumsi kalsium masyarakat Indonesi mencapai 300 mg setiap harinya. Padahal, kebutuhan tubuh mencapai angka 1.000 – 1.500 mg kalsium setiap hari.

Kendati jumlah asupan kebutuhan kalsium tergolong rendah, ternyata tidak sedikit kalsium yang tidak diserap tubuh dengan sempurna. Ketidaksempurnaan penyerapan kalsium dalam tubuh ini disebabkan oleh konsumsi teh, kopi, atau minuman ringan yang terlampau berlebihan.

Kalsium yang terdapat dalam tubuh cenderung mudah berikatan dengan garam (natrium) dan protein. Sebagai akibatnya, banyak kalsium yang dikonsumsi tubuh justru terbuang dengan percuma. Oleh sebab itu, maksimum hanya 50 % kalsium yang dapat masuk dan diserap tubuh.  Siti Annisa Nuhonni menghimbau agar cukup mengkonsumsi 1 – 2 gelas teh atau kopi per hari sehingga tidak berlebihan.

Kalsium berguna untuk memperkuat tulang. Makanan dan minuman yang kaya akan kandungan kalsium antara lain adalah susu berikut produk turunannya, yakni keju dan yogurt. Namun, kalsium juga dapat bersumber dari produk makanan murah yang gampang dijumpai, seperti rebon, ikan teri segar, dan ikan teri kering.

Sebagai komparasi, setiap 100 g ikan teri kering mengandung 1.200 mg kalsium. Sementara 1 gelas susu kedelai yang setara ukuran 250 ml mengandung 250 mg kalsium.