kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

Teh Cegah Perempuan Kena Osteoporosis

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 4 - 02 - 2009 | Silakan memberi komentar

oleh Cipta Ade

DokterSehat – Mereka yang biasa minum teh sejak mudanya, risikonya terkena osteoporosis menjadi jauh berkurang. Hal ini terungkap dalam laporan hasil penelitian Verona M Hegarty (2000) dan para peneliti dari Clinical Gerontology Unit, University of Cambridge School of Medicine serta Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge, Inggris, yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition (2000).

Penelitian dilakukan pada 1.256 perempuan berusia 65-75 tahun, terdiri atas peminum teh 1.134 orang dan bukan peminum teh 122 orang. Mereka diukur BMD (bone mineral density, kepekatan mineral tulang) pada beberapa tulangnya.

Hasilnya, ukuran BMD tulang-tulang peminum teh secara signifikan lebih besar dari pada kelompok bukan peminum teh. Ukuran BMD yang besar menunjukkan kekerasan tulang sehingga tidak mudah rapuh.

Temuan online prescription tersebut menambah satu lagi manfaat kesehatan minum teh sekaligus paradoks teh. Soalnya selama ini ada anggapan bahwa tanin menghambat penyerapan dan kafein meningkatkan kehilangan kalsium tubuh, mineral utama yang diperlukan untuk pembentukan dan menjaga kesehatan tulang. Ternyata efek negatif tersebut tidak berlaku pada tanin dan kafein teh.

Efek perlindungan terhadap osteoporosis diduga berasal dari zat gizi dan non gizi seperti vitamin K, mineral flour (F), magnesium (Mg), flavonoid, dan lain-lain yang terdapat dalam teh. Zat-zat tersebut diperlukan dalam proses pembentukan tulang.

Informasi selengkapnya mengenai khasiat dan manfaat teh hitam untuk kesehatan silakan cek ww.tehkesehatan.com

Semoga bermanfaat, Salam

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: +1 (from 1 vote)
Teh Cegah Perempuan Kena Osteoporosis, 1.0 out of 10 based on 1 rating




Artikel Sejenis

belum ada komentar | beri komentar

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar