Withdrawal Syndrome Steroid – Tapering dan Pemeriksaan Dokter

Kita semua tahu bahwa sejumlah obat diperlukan untuk menekan HPAA. Sebagaimana petunjuk umum, penggunaan dosis besar selama beberapa hari, atau dosis yang lebih kecil selama lebih dari 2 minggu, akan menyebabkan menurunnya fungsi HPAA dalam waktu yang lama. Sebenarnya tidak ada masalah dengan penggunaan steroid selama 5 hari dalam dosis yang sedang.

doktersehat-konsultasi-Limfadenopati

Namun, menghentikan konsumsi steroid tidak dapat dilakukan begitu saja. Tapering atau menurunkan dosis secara bertahap akan memberikan kesempatan untuk kelenjar adrenal menyesuaikan diri hingga berfungsi normal kembali (butuh beberapa waktu untuk memulihkan fungsinya). Seberapa lama steroid dilakukan tapering tergantung pada penyakit yang mendasari dan seberapa cepat tubuh memproduksi hormon steroid itu sendiri. Jika semua berjalan dengan baik, 4–6 minggu (atau lebih) merupakan waktu yang cukup untuk tapering.

Sayangnya, tapering tidak selalu akan mencegah gejala putus obat. Banyak faktor yang mempengaruhi gejala withdrawal steroid, termasuk ketergantungan fisiologis (tubuh) terhadap kortikosteroid. Bahkan, pemeriksaan fungsi HPAA tidak selalu berkorelasi dengan gejala pasien, dan pemeriksaaan ini tidak ada gunanya ketika sedang mengkonsumsi steroid. Maka, sangat sulit menentukan penyebab sesungguhnya pada pasien, gejala tau reaksi stress IQ (ontohnya, dari penyakit yang kambuh, prosedur, atau pembedahan). Jika sudah seperti itu, meningkatkan dosis steroid lagi adalah solusi satu-satunya.

Apa pemeriksaan yang dokter lakukan untuk mendiagnosis putus obat steroid?
Karena gejala putus obat steroid bervariasi dan tidak spesifik, profesional kesehatan memiliki kesulitan dalam mendiagnosisnya. Namun, cara terbaik untuk mendiagnosis gejala putus obat steroid adalah dengan wawancara yang baik dengan pasien dan pemeriksaan fisik yang memadai oleh dokter, dengan menegaskan bahwa terdapat penggunaan steroid dalam beberapa waktu yang kini sudah dihentikan.  Pasien dapat membantu jika mereka menunjukkan kepada dokter mereka mereka telah berhenti steroid baru-baru ini. Tes lain yang dapat membantu dalam diagnosis adalah pemeriksaan kadar kortisol, kadar kalsium serum, darah lengkap, kadar elektrolit, kadar ureum, nilai BUN, dan tingkat kreatinin.