Tangkal polusi, hindari penyakit

DokterSehat.com – Bahaya polusi dan radiasi di kota – kota besar sangat sulit dikontrol. Bukan hanya gangguan prnafasan, penyakit jantung, pembuluh darah sampai kanker senantiasa mengancam.
Jakarta menjadi kota terplusi kedua setelah Meksiko dan Bangkok. Kadar debu udara Jakarta mencapai 104 mikrogram/m³. Tetapi angka tersebut jauh dari ambang batas yang diterapkan di eropa. Selain debu polutan udata di kota – kota besar juga NOx, SPM, Pb, ditambah CO dan Hidrocarbon.
Selain polusi luar ruangan polusi didalam ruangan pun tidak boleh diremehkan. Beberapa gangguan dapat dialami jika polusi terus terakumulasi. Kombinasi polutan berbahaya, ventilasi yang buruk, suhu dan pendingin udara (AC) menyebabkan sick building syndrome (SDS). Gejala seperti iritasi mata, hidung, tenggorokan, masalah neurotosik, iritasi kulit, reaksi hipersensitivitas spesifik bisa muncul. Dalam jangka waktu lama, penyakit berat macam kanker bukan tidak munkin ditimbulkan.
Berbagai kajian ilmiah sebenarnya telah membuktikan bahwa setiap tanaman mampu menyerap polutan dalam jumlah jenis yang berbeda. ada tanaman yang mampu menyerap gas nitrogen oksida (NO) dalam jumlah sangat tinggi. Aada pula tanaman yang efektif menyerap zat hidrokarbon semacam benzena, formalhid atau trichloroethylen (TCE).
Sumber ilmiah paling terkenal dan paling banyak jadi rujukan adalah penelitian Dr.B.C Wolverton, Anne Johnson, dan Keith Bounds hasil kerja bareng NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan ALCA (Associated Landscape Contractors of Amerika). Uji dilakukan pada efektifitas banyak jenis tanaman indoor dalam menyerap polutan berupa senyawa hidrokarbon.
Karakter umum tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi menyerap polutan, indoor maupun outdoor, secara umum serupa. Tanaman memiliki tajuk rimbun, tidak gugur daun, tanamanya tinggi. Karakter khusus tanaman yang mempunyai kemempuan tinggi mengurangi polutan partikel memiliki ciri daun memiliki bulu halus, permukaan daun kasar, daun bersisik, tepi daun bergerigi, daun jarum, daun yang permukaanya bersifet lengket. ini efektif untuk menyerap polutan.
Soal kemampuan tanaman dalam mereduksi radiasi sebenarnya ada juga beberapa penelitian ilmiahyang membuktikanya. Adalah bunga matahari (sunflower) yang digunakan para ilmuwan untuk menyerap cemaran radioaktif dalam badan-badan air pasca tragedi Chernobyl pada tahun 1986 di Ukraina. Bunga matahari (Helianthus annus L) yang ditanam mengapung menggunakan semacam rakit mampu menyerap radioaktif cesium 137 dan strontium 90. Setelah 3 minggu lamanya menyerap polutan, tanaman lantas dibuang sebagai sampah radioaktif.
Di kalangan pencinta tanaman hias, ada beberapa jenis tanaman yang mampu untuk mengurangi radiasi. Salah satunya Sanseivera yang dijuluki sebagai pembersih udara alami. Selain itu kaktus juga sering digunakan sebgai tanaman penangkal radiasi.

Baca Juga:  Jadikan Cabut Gigi Sebagai Pilihan Terakhir


Sumber : id.shvoong.com