Tanggal Lahir Bisa Memprediksi Penyakit

DokterSehat.Com – Sebuah studi baru menyatakan, tanggal lahir Anda dapat memprediksi kemungkinan akan penyakit tertentu yang akan Anda derita. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa bulan kelahiran seseorang terkait dengan satu bahkan lebih dari 55 penyakit berbeda.

13

Data ini dapat membantu para ilmuwan mengungkap faktor risiko penyakit baru, ujar Nicholas Tatonetti, penulis senior dan asisten profesor informatikan biomedis di Universitas Colombia, sebagaimana dikutip dari foxnews, Kamis (18/06/2015).

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa seseorang yang lahir di musim dingin-saat siang lebih pendek dan tidak banyak sinar matahari-lebih mungkin untuk mengidap penyakit kekurangan vitamin D serta risiko penyakit kardiovaskular. Sepuluh penyakit kardiovaskular ternyata terkait dengan bulan kelahiran seseorang. Orang-orang yang lahir selama bulan-bulan musim dingin, umumnya memiliki risiko tertinggi.

Sebagai contoh, penyakit otot jantung (cardiomyopathy) dan hipertensi banyak diidap mereka yang lahir di bulan Januari dan hanya sedikit bagi yang lahir di bulan September dan Oktober. Belum diketahui dengan pasti mengapa risiko penyakit jantung lebih tinggi pada seseorang yang lahir selama musim dingin.

Namun bisa jadi akibat infeksi yang banyak diderita wanita yang hamil selama musim dingin. Dan hal tersebut berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular anak mereka.

Studi juga menemukan bahwa risiko penyakit attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) lebih tinggi pada orang yang lahir di bulan-bulan akhir tahun, yang tertinggi pada bulan November. Hal ini kemungkinan karena anak-anak yang lahir menjelang akhir tahun lebih dewasa dibanding teman sekelas mereka, sehingga mereka lebih mungkin didiagnosis dengan ADHD.

Meski populasi penelitian beragam, para peneliti tidak melihat variasi etnis atau faktor sosial ekonomi dapat memengaruhi hasil tersebut. Ilmuwan menemukan iklim dan lingkungan yang berbeda dapat mengubah hubungan antara penyakit dan bulan kelahiran. Studi tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Asosiasi Informatika Kedokteran Amerika pada bulan Juni.