Tangani Diare Anak dengan Cepat dan Tepat

DokterSehat.com– Masa kanak-kanak terkadang mudah rentan terhadap penyakit karena sistem imun tubuh mereka yang belum optimal. Sehingga beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri mudah menyerang. Seperti halnya diare yang sering terjadi pada anak-anak. Diare disebabkan beberapa hal diantaranya infeksi oleh bakteri, virus, dan parasit; alergi terhadap makanan tertentu; serta pemanis buatan. Namun secara klinis ada penyebab lain diare, yaitu malabsorbsi (kesulitan penyerapan nutrisi terhadap makanan), keracunan, alergi, serta imunodefisiensi (sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi secara adekuat).

8

Diare yang tidak segera ditangani akan menyebabkan dehidrasi. Inilah satu kekhawatiran orang tua ketika sang anak mengalami diare. Dehidrasi ini memiliki tingkatan yang berbeda-beda pada setiap anak, dengan beberapa tanda-tanda yang dimunculkannya:

Diare tanpa dehidrasi

Diare ini ditandai dengan keadan anak masih baik dan sadar. Tanda yang terlihat adalah mata anak tidak cekung, keinginan untuk minum cenderung normal atau tidak merasakan haus yang berlebihan, serta turgor atau cubitan dapat kembali dengan segera.

Diare dengan dehidrasi ringan atau sedang

Diare ini ditandai dengan anak yang gelisah dan rewel. Matanya berbentuk cekung, keinginan untuk terus-menerus minum karena haus, serta turgor akan kembali dengan lambat.

Diare dengan dehidrasi berat

Diare ini ditandai dengan kondisi anak yang lesu, lunglai, dan tidak sadar. Matanya yang cekung, malas untuk minum, serta turgornya kembali dengan lambat.

Pada umumnya untuk mencegah dehidrasi sebelum membawa anak ke dokter, orang tua memberinya larutan oralit, sebagai bentuk pertolongan pertama. Jumlah oralit yang diberikan pada anak di bawah satu tahun adalah 50-100 cc. Sedangkan anak di atas satu tahun diberikan 100-200 cc. Oralit ini mengandung zinc yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap kemungkinan kambuhnya diare untuk dua hingga tiga bulan mendatang. Selain itu oralit akan memperbaiki mukosa usus yang rusak. Larutkan oralit dalam segelas air matang.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Anak Muntah Saat Minum Obat

Sementara itu pada bayi yang berusia enam bulan ke bawah cukup diberikan zinc setengah tablet setiap hari. Sedangkan pada bayi yang berusia enam bualan ke atas diberikan zinc satu tablet sehari dengan dilarutkan dalam air putih atau ASI. Selain oralit tetap berikan makanan untuk anak, untuk membantu proses pemulihannya. Jumlah makanan yang diberikan semakin banyak akan lebih baik.

Jika tidak ada oralit dapat diberikan larutan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dalam satu gelas air matang, atau jika dalam keadaan darurat berikan air teh, air putih, kuah sayur, atau air tajin. Namun hindari pemakaian obat antidiare. Jenis obat ini akan menghambat gerakan usus untuk mengeluarkan kotoran dan racun. Tidak hanya itu obat antidiare juga dapat menimbulkan prolaps, yaitu keadaan usus terlipat atau terjepit.