Tanda-Tanda Keringat Berlebih yang Harus Diobati

Doktersehat.com – Saat melakukan aktivitas fisik yang berat atau kondisi cuaca yang panas normalnya tubuh akan mengeluarkan keringat. Walaupun terkadang keringat membuat risi, namun fungsinya sangatlah penting bagi tubuh.



Keringat berguna untuk mengontrol suhu tubuh manusia. Walaupun demikian, keringat yang berlebihan juga perlu diwaspadai. Keringat dikatakan tidak normal apabila Anda tidak dalam keadaan yang dapat memicu produksi keringat seperti berolahraga atau kondisi yang panas, tapi tubuh tetap mengeluarkan keringat yang berlebihan.

Seorang dermatolog, Dr David M. Pariser, MD, menjelaskan umumnya pria memproduksi keringan dua kali lebih banyak ketimbang wanita, namun hal ini masih normal selama keringat tidak keluar dalam kondisi yang tidak normal.

Segera periksakan diri ke dokter bila ketiak,  telapak kaki, dan telapak tangan selalu basah sepanjang waktu meski cuaca sedang tidak panas, Anda tidak dalam kondisi stres, atau tidak sedang berolahraga. Gejala tersebut bisa jadi tanda-tanda hiperhidrosis atau gangguan keringat berlebih.

Kondisi ini harus segera ditangani secara medis. Penderita  hiperhidrosis disarankan untuk bersikap tenang karena semakin gelisah maka keringat makin bertambah sampai empat hingga lima kali.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa menggunakan antiperspirant. Sebaiknya gunakan anti perspirant saat pagi dan malam hari sebelum tidur. Walaupun produksi keringat di malam hari lebih sedikit, namun antiperspirant akan lebih efektif meresap ke pori-pori dan dapat mengurangi keringat berlebih saat Anda banyak beraktivitas di pagi hari.

Selain di ketiak, antiperspirant juga bisa digunakan di daerah yang sering berkeringat lainnya seperti selangkangan, tangan, atau belakang lutut. Tapi, sebelum menggunakan antiperspirant sebaiknya konsultasikan kepada dokter kulit terlebih dulu.

Apabila antiperspirant tidak mampu mengatasi keringat berlebih, Anda bisa membahas dengan dokter kulit untuk melakukan pengobatan lainnya seperti pengobatan dengan gelombang mikro, suntik botox, atau operasi bila kondisinya benar-benar parah.

Baca Juga:  Jantung Bocor Pada Bayi Berumur 3 bulan

Sumber: detik.com