Tanda-Tanda Kelainan Mata pada Anak

Doktersehat-ciri-ciri-bayi-tidak-bisa-melihat

DokterSehat.Com – Menurut data World Health Organization (WHO) yang tertuang dalam Vision 2020 Action Plan 2006-2010, terdapat sekitar 500.000 anak menjadi buta setiap tahunnya. Kondisi ini hampir sama dengan satu anak menjadi buta dalam setiap satu menitnya.

Kondisi itu kian mengkhawatirkan lantaran minimnya pengetahuan orang tua seputar mata anak. Mata anak-anak memiliki tahap pertumbuhan sendiri. Sistem penglihatannya berkembang pesat pada 18 bulan pertama, dan baru sempurna pada usia 5-6 tahun.

Sebelum menjadi sempurna, mata anak terutama bayi prematur sangat sensitif dan rawan terhadap kelainan dan kerusakan. Beberapa kelainan mata seperti katarak bawaan, kelainan refraksi seperti rabun jauh atau silindris, mata juling atau glaukoma bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

baca juga: Kapan Harus Memeriksakan Mata Anak?

Menurut Dr. Florence M. Manurung, SpM dari Jakarta Eye Center, sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat ditangani dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Berikut ini adalah perkembangan penglihatan pada anak yang harus diketahui oleh orang tua.

  • Pada saat bayi lahir bayi dapat mengenali terang dan gelap, dengan jarak pandang tidak lebih dari 30 cm.
  • Pada usia 4-6 bulan, pandangan bayi sudah bisa mengikuti objek yang bergerak.
  • Pada usia 7-8 bulan, bayi sudah dapat mengenali warna, kedua matanya sudah dapat berkoodinasi dengan baik untuk melihat suatu objek.
  • Pada usia 9 bulan jarak pandangnya sudah mencapai 3-4 meter.
  • Pada usia 4 tahun kemampuan melihat sudah sama dengan orang dewasa.

Sementara itu, ciri-ciri bayi tidak bisa melihat atau mengalami kelainan dapat dikenali apabila ada kondisi seperti di bawah ini:

  • Pada minggu pertamanya pandangan bayi menghindari cahaya.
  • Pada usia 1-2 bulan bayi belum menatap wajah ibunya.
  • Pada usia 3 bulan bayi belum dapat melihat tangannya dan belum merespon wajah ataupun objek yang akrab ditemuinya setiap hari.
  • Pada usia 6 bulan belum bisa membedakan mana wajah yang akrab dan asing.
  • Pada usia 9 bulan belum bereaksi pada gerakan yang tiba-tiba atau mencari benda yang hilang dari pandangannya.

Pada anak usia sekolah, tanda-tanda kelainan mata dapat dikenali melalui kondisi sebagai berikut:

  • Duduk terlalu dekat saat menonton televisi.
  • Membaca buku terlalu dekat.
  • Sering menyipitkan mata.
  • Tidak mampu melihat objek dengan jarak yang jauh.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetes penglihatan anak:

  • Bayi
    Guna mengetahui ciri-ciri bayi tidak bisa melihat, Anda bisa menggunakan mainan yang berwarna cerah dan menggerakannya di depan bayi. Reaksi bayi terhadap benda dapat diamati dan membantu orang tua mengenali kualitas penglihatan mata bayi. Untuk pengetesan ini sebaiknya tidak menggunakan mainan yang berbunyi supaya orang tua dapat menilai apakah bayi benar melihat objek atau mengikuti objek karena bunyinya.
  • Anak
    Pada usia balita, pengujian bisa dilakukan dengan cara bermain dan bercerita, kemudian meminta anak mengidentifikasi objek yang dimaksud baik berupa gambar maupun mainan.

Proses perkembangan penglihatan pada anak dengan mengenali tanda-tanda kelainan mata dan cara pengetesan penglihatan—orang tua dapat berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara terbaik untuk membantu mata bayi Anda tetap sehat adalah dengan tes mata secara profesional dan berkala. Anda bisa melakukan tes mata bayi Anda setelah melahirkan.

baca juga: Asupan Gizi Untuk Kesehatan Mata Anak

Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan, bahwa bayi yang mendapatkan ASI memiliki penglihatan yang lebih baik dibanding dengan bayi yang diberikan susu formula.

Para peneliti menemukan senyawa kimia yang dikenal sebagai docosahexaenoic acid (DHA) ditemukan dengan konsentrat lebih tinggi di ASI di banding di susu formula, di mana hal ini bisa meningkatkan kualitas penglihatan anak.