Tanda-tanda Kehamilan

Dokter Sehat – Kehamilan umumnya termasuk salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri, tidak jarang saking ingin punya anak, istri yang mual dan muntah di pagi hari sudah dibilang bahwa hal tersebut menjadi tanda-tanda kehamilan. Walaupun itu memang merupakan salah satu tandanya, namun kondisinya tidak sesederhana itu. Masih banyak tanda-tanda kehamilan lainnya yang bisa diamati.

7

Gejala dan tanda-tanda kehamilan :

1. Terjadi perubahan pada payudara
Jika terjadi kehamilan, maka payudara akan membesar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron, selain itu kondisi payudara juga akan terasa makin lembut. Hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang. Puting susu membesar dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara juga akan terlihat akibat penegangan payudara, selain itu terjadi aktivitas hormon HPL atau human placental lactogen. Hormon tersebut diproduksi oleh tubuh saat ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi Anda ketika terlahir kedunia.

2. Munculnya bercak darah dan kram perut
Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim, muncul nya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalah artikan sebagai menstruasi. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur, dan kondisi kram perut ini akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua. Sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.

3. Mual dan muntah
Sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini, pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG (human chorionic gonadotrophin), selain dalam darah penigkatan hormon ini juga dapat terjadi pada saluran air kencing. Makanya alat test pack kehamilan dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual, rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini kedokter Anda karena akan mengganggu kehamilan Anda. Mual dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya terjadi pada saat dipagi hari, namun kenyataannya mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium aroma atau pewangian tertentu.

Baca Juga:  Sering Kram Perut? Awas, Terkena Penyakit Ginjal Polikista!

4. Sering kencing (frequent urination)
Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya. Ini disebabkan janin yang tumbuh dirahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah, selain itu kandung kemih lebih cepat dipenuhi urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan, walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan kedalam tubuh.

5. Pusing dan sakit kepala
Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik, seperti rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi, selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.

6. Rasa lelah dan ngantuk yang berlebihan
Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh  ibu.

7. Sembelit
Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesteron, hormon ini selain mengundurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengundurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

8. Sering meludah
Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan semasuki trimester kedua.

9. Naiknya temperatur bsal tubuh
Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan, kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.