Hipotensi – Tanda, Gejala, dan Pemeriksaan

doktersehat-pusing-kepala

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah memberikan gejala, maka penderita mungkin merasa:

  • Pusing
  • Lemah dan kepala melayang,.
  • Sesak napas.
  • Mengalami nyeri dada.
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Pandangan buram.
  • Pucat dan badan dingin.

Gejala akan tergantung pada yang organ dalam tubuh yang mengalami kekurangan aliran darah. Oleh karena itu, kunci untuk diagnosis adalah anamnesis yang baik dan pemeriksaan fisik. Jika tekanan darah rendah ditemukan secara kebetulan dan tidak ada gejala, maka mencatat tekanan darah rendah akan membantu mengingatkan dokter atau perawat ketika pasien tersebut selanjutnya berobat lagi.

Jika pasien bergejala, catat faktor risiko dan cari potensi penyebab. Hal iniĀ  membutuhkan wawancara rinci, sebagai contoh, dokter atau perawat akan menanyakan hal-hal berikut:

  • Kapan gejala-gejala muncul?
  • Apa keluhan terkait?
  • Bagaiman penyakit masa lalu dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi?

Sementara itu, untuk pemeriksaan fisik mungkin termasuk tanda-tanda vital postural. Pasien akan diukur tekanan darah dan denyut nadi yang diukur ketika pasien berbaring dan berdiri. Jika tekanan darah menurun atau denyut nadi meningkat, mungkin menjadi indikator volume intravaskular menurun dari dehidrasi atau perdarahan.

Sisa pemeriksaan kemungkinan akan diarahkan oleh petunjuk dari riwayat medis pasien, tetapi dapat meliputi palpasi kelenjar tiroid di leher, mendengarkan suara jantung dan paru-paru, dan pemeriksaan perut dan ekstremitas.

Selain itu, elektrokardiogram (EKG) dapat dilakukan jika tekanan darah rendah ini diduga berasal dari jantung atau jika ada nyeri dada atau sesak napas yang berhubungan dengan tekanan rendah. Pertimbangan untuk pengujian lebih lanjut akan tergantung pada penyebab yang mendasari potensi tekanan darah rendah.

Hipotensi – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5