Tanda Depresi Setelah Melahirkan

DokterSehat.Com – Beberapa ibu yang telah melahirkan memiliki perasaan khawatir tidak dapat menjadi ibu yang terbaik ketika bayi terlahir. Perasaan kekhawatiran lama-lama membuat anda menjadi terbebani dan menimbulkan depresi. Apakah anda mengalami hal yang sama atau justru sama sekali tidak menyadari bahwa anda sedang mengalami depresi setelah melahirkan? Artikel kali ini akan membantu anda memberitahu tanda-tanda terjadi setelah melahirkan dan juga cara mengatasinya.

9

Depresi setelah melahirkan merupakan kejadiaan yang sering terjadi akan tetapi ibu tidak menyadarinya. Perasaan yang membuat ibu khawatir karena ibu serinhkali merasakan tidak karuan, sedih, cemas atau tidak dapat mengendalikan emosi setelah melahirkan.Ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan seringkali kehilangan nafsu makan bahkan hingga sulit tidur. Meskipun demikian gangguan ini tidak menimbulkan gejala-gejala yang membutuhkan terapi. Dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu setelah melahirkan akan membaik dengan sendirinya.

Penyebab

Depresi setelah melahirkan bisa terjadi kapan pun pada tahun pertama setelah melahirkan, penyebab tidak diketahui. Perubahan fisik dan hormonal setelah melahirkan, serta stres akibat merawat bayi dapat berperan dalam terjadinya gangguan ini. Wanita yang pernah mengalami depresi sebelum kehamilan memilik resiko yang lebih tinggi. Untuk itu, wanitayang telah memiliki depresi sebelum hamil harus memberitahukan kepada dokter mengenai hal tersebut selama kehamilan.

Berbagai stres juga dapat mempengaruhi terjadinya depresi setelah melahirkan, misalnya stres karena memiliki bayi, stres akibat kesulitan saat persalinan, kurang tidur, dan merasa terasing. Kurangnya dukungan sosial dan pernikahan yang tidak harmonis juga meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya depresi setelah melahirkan.

Gangguan depresi melahirkan lebih hebat dari baby blues

Pasti anda mengenal baby blues.Kondisi dimana ibu yang baru melahirkan mengalami mood yang berubah-ubah, rasa sedih, cemas, mudah menangis, kehilangan kosentrasi dan juga mengalami gangguan tidur. Sedangkan pada depresi kehamilan gejala lebih hebat lagi sehingga dapat menggangu ibu dalam merawat bayi.

Baca Juga:  Dokter Abdul Radjak

Tanda-tanda depresi setelah melahirkan

  • Ibu yang baru melahirkan mengalami kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur
  • Anda menjadi kehilangan semangat dalam mengerjakan rutinitas anda
  • Seringkali mengalami perubahan suasana hati, mengalami perasaan sedih yang menetap
  • Kehilangan kosentrasi, sering lupa
  • Mengalami perasaan yang lebih sensitif, perasaan khawatir, merasa tidak dihargai
  • Mengalami perubahan pola makan sehingga lebih nafsu makan.
  • Mudah berputus asa
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Lebih mudah marah
  • Kesulitan menjalin ikatan dengan bayi

Apabila anda mengalami kondisi seperti tanda-tanda di atas maka anda dapat melakukan beberapa pengobatan untuk ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan :

  • Konseling
    Anda dapat melakukan konseling dengan ahli di bidang kesehatan mental sehingga dapat mengatasi perasaan dan masalah yang sedang dihadapi.
  • Pengobatan
    Anda dapat melakukan pengobatan apabila di duga mengalami depresi setelah melahirkan akan tetapi jika sedang menyusui pengobatan dipertimbangkan. Beberapa kandungan yang terdapat di dalam obat tersebut dapat menimbulkan efek samping.
  • Terapi hormon
    Anda dalam mengatasi dengan terapi hormon yaitu pengaturan kadar hormon estrogen setelah melahirkan sehingga dapat menurunakan risiko depresi setelah melahirkan.

Bisakah depresi setelah melahirkan dicegah?

Depresi setelah melahirkan dapat dicegah yaitu dengan melakukan pemantauan sebelum kehamilan. Ibu hamil yang mengalami depresi sebelum hamil akan meningkatkan risiko depresi setelah melahirkan sehingga direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter.