Tampon , apa itu tampon?

Pernah mendengar istilah tampon ? kalau tidak pernah , tidak usah merasa malu hati, karena tampon memang belum menjadi sesuatu yang “biasa” di republik kita. Sekaipun di luar negri sebenarnya tampon sudah menjadi sesuatu yang biasa bahkan teenager sudah menggunakan karena lebih praktis dibandingkan pembalut biasa.



Tampon sendiri berfungsi dan dibuat dari bahan yang sama dengan pembalut, namun dimampatkan menjadi bentuk tabung kecil dan dipakai dengan cara dimasukkan pada liang vagina untuk menyerap darah menstruasi.

Seperti pembalut, tampon juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat dipilih sesuai keperluan mengingat derasnya menstruasi. Memang, banyak orang yang khawatir tentang penggunaan tampon, seperti apakah tampon bisa lenyap dalam tubuh kita atau dapat menghilangkan keperawanan (merusak selaput dara). Tetapi, sebetulnya, tampon tidak  akan lolos dan masuk ke dalam rahim karena mulut rahim terlalu kecil untuk dapat meloloskan tampon. Selain itu, pada ujung tampon juga terdapat tali yang memudahkan kita menariknya lagi keluar.

Akan tetapi, kamu mesti ingat bahwa penggunaan tampon dimasukkan ke vagina, dan untuk yang belum melakukan hubungan seks, hal ini bisa menembus dan melukai selaput daranya, terutama kalau selaput daranya rentan (mudah robek) atau kalau tamponnya berukuran besar. Saat baru pertama kali menggunakan tampon, kita perlu relaks karena kalau terlalu tegang kita tidak dapat memasukkannya ke dalam vagina. Pilih tampon yang ada aplikatornya karena itu akan memudahkan pemasangan.

Sama dengan pembalut, tampon juga perlu diganti setiap tiga jam untuk mencegah darah tembus ke pakaian.

Walaupun mens kita sangat sedikit, kita tetap harus menggantinya setiap tiga jam guna menghindari tumbuhnya bakteri. Pemakaian tampon sehari penuh bisa berbahaya dan membuat kita berisiko terkena toxic shock syndrome (TSS), yaitu infeksi dari bakteri yang tumbuh di dalam tampon dan masuk ke dalam tubuh melalui vagina, kemudian masuk ke aliran darah dan menimbulkan gejala-gejala mual, muntah, pusing, gatal, merasa lemah, bahkan kalau tidak segera ditangani bisa menimbulkan kematian.

Baca Juga:  Waspada Berbagai Gangguan Kesehatan Anak Yang Disebabkan Oleh Gadget

Adanya risiko inilah yang membuat tampon tidak direkomendasikan bagi remaja. Bahkan, bagi wanita dewasa sendiri, penggunaan tampon juga kurang populer. Mungkin hal ini bisa disamakan dengan mengapa lensa kontak yang tidak bisa seratus persen menggantikan kacamata. Tetapi, kalau kita berhati-hati dan benar-benar mengikuti petunjuk pemakaian, sebetulnya tampon tidak berbahaya digunakan. Kombinasi pembalut dan tampon juga bisa dipilih. Misalnya, kamu bisa menggunakan tampon di siang hari dan pembalut untuk malam hari.
Photo detail cara penggunaan Tampon:

tampon