Takut Sinar Matahari Karena Bisa Menghitamkan Kulit? Anda Perlu Mengetahui Fakta-Fakta Berikut

DokterSehat.Com – Indonesia adalah sebuah negara yang sangat kaya dengan sinar matahari. Tidak seperti negara empat musim atau negara yang cenderung dekat dengan area kutub yang tidak selalu mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, kita cukup beruntung karena andai tidak ada awan tebal pembawa hujan, sinar matahari bisa dengan mudahnya memberikan kebaikan untuk kehidupan manusia. Sayangnya, belakangan orang justru cenderung memilih untuk menghindari sinar matahari karena satu alasan sepele: takut kulitnya menjadi lebih gelap.

doktersehat-desa-hidup-sehat

Sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia, sebuah negara yang cukup dekat dengan lingkar kutub utara meneliti efek dari sinar matahari pada tubuh, dalam hal ini adalah partisipan wanita berkulit putih yang tidak terkena sinar matahari dalam waktu yang lama, menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan: Wanita Swedia yang sering menghindari sinar matahari ternyata beresiko dua kali lebih besar untuk meninggal karena berbagai penyebab, yang bisa jadi adalah kanker kulit. Selain itu, wanita yang jarang terkena sinar matahari juga akan kekurangan vitamin D sehingga resiko gangguan kesehatan pada jantung dan pembuluh darah pun meningkat drastis.

Masyarakat Indonesia kini memang cenderung sebisa mungkin melindungi tubuh dari paparan sinar matahari. Sinar matahari yang panas dan menyengat disinyalir menjadi penyebab utama kulit menjadi lebih gelap dan juga kanker kulit. Sayangnya, kebiasaan kita menghindari sebisa mungkin sinar matahari atau memakai penutup tubuh sepanjang waktu saat kita keluar rumah akan membuat tubuh kekurangan asupan vitamin D. Anak-anak jaman sekarang juga cenderung lebih memilih bermain di dalam rumah alih-alih bermain di bawah sinar matahari sore yang kaya akan vitamin D layaknya saat pagi hari. Hal ini berarti masyarakat modern justru akan memiliki resiko lebih besar untuk mendapatkan penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Baca Juga:  Terinfeksi Bakteri, Kaki Anak 12 Tahun Ini Harus Rela Diamputasi

Selain buruk bagi kesehatan tulang, kecenderungan masyarakat modern yang jarang terkena sinar matahari ternyata juga bisa meningkatkan resiko autisme. Sebuah penelitian menunjukkan jika masyarakat yang tinggal di negara dengan sinar matahari yang kaya sepanjang tahun ternyata memiliki kasus dua kali lebih rendah jika dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di negara dengan musim panas yang terbatas. Melihat fakta-fakta ini, anda yakin masih tidak mau menikmati hangatnya sinar matahari yang menyegarkan di pagi atau sore hari?