Tak Sengaja Tersiram Air Panas, Separuh Kulit Bayi Ini Melepuh

DokterSehat.Com – Sungguh tragis nian nasib yang menimpa pasangan Haruna dan Ros. Pasangan suami istri yang berasal dari Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, ini mendapati bayi perempuan mereka bernama Ayuna tak sengaja tersiram air panas. Alhasil, hampir separuh kulit tubuh sang bayi melepuh. Memang, sang bayi masih hidup, namun, keadaan ini tentu membuatnya sangat menderita dan harus melakukan banyak proses pemulihan yang cukup panjang. Apa yang sebenarnya terjadi?

doktersehat-bayi-rewel-nangis-sakit-perut-demam-flu

Haruna adalah seorang pekerja di perusahaan konveksi yang setiap harinya harus meninggalkan sang istri dan anak di rumah. Ros, yang merupakan seorang ibu rumah tangga pun berusaha sebaik mungkin menyelesaikan pekerjaan rumah. Sayangnya, karena sangat sibuk, Ros tidak menjaga Ayuna yang masih berusia Sembilan bulan ini dengan baik dan terjadilah kejadian memilukan ini.

Saat Ros masih memasak, tak sengaja Ayuna mendekati termos yang masih berisi air panas di dekat dengan Kasur. Ayuna menyenggol termos ini dan tumpah di tubuhnya, sang anak pun langsung menjerit dan Ros pun segera melarikannya ke puskesmas. Dari puskesmas, Ayuna pun segera dirujuk ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengingat luka bakarnya cukup dalam dan sangat parah.

Yang lebih memilukan adalah, Ayuna harus melakukan beberapa prosedur pembuangan kulit mati dan cangkok kulit yang sepertinya akan menghabiskan biaya yang cukup mahal, yakni sekitar Rp 22 juta. Padahal, Haruna masih belum mengurus Jaminan kesehatan Nasional sehingga semua biaya ini Ia harus tanggung sendiri. Tentu hal ini akan sangat sulit dipenuhi oleh Haruna yang memiliki pendapatan yang masih pas-pasan.

Ayunda memang sudah dalam kondisi yang stabil. Namun, Ia baru saja melakukan operasi yang pertama dan mungkin akan dilanjutkan dengan prosedur-prosedur berikutnya. Hanya saja, sang ayah sepertinya masih bingung bagaimana cara agar Ia bisa mendapatkan biaya sebanyak ini demi prosedur pemulihan kesehatan sang buah hati.