Tak Punya Waktu Untuk Berolahraga? Cobalah Berlari Selama 40 Detik Saja

DokterSehat.Com – Di pagi hari, kita sudah disibukkan dengan berbagai persiapan sebelum melakukan berbagai aktifitas sehingga tidak akan memiliki waktu untuk melakukan olahraga. Namun, sebuah penelitian terbaru menyebutkan jika sebenarnya kita seharusnya masih sempat untuk melakukan olahraga meskipun sangat sibuk. Bagaimana tidak, dalam penelitian ini, kita hanya perlu melakukan lari cepat selama 40 detik saja untuk membuat bugar tubuh. Bagaimana bisa lari dalam waktu sesingkat ini memberikan manfaat bagi kesehatan?

doktersehat-olahraga-exercise-sehat

Pakar kesehatan yang berasal dari University of Stirling baru-baru ini berhasil menemukan formula latihan fisik yang memiliki durasi singkat namun bisa memberikan manfaat maksimal bagi kebugaran tubuh. Dr. Niels Vollaard, pemimpin penelitian ini, menyebut formula latihan ini sebagai Supramaximal, dimana kita hanya perlu berjalan kaki 10 menit dan diselingi dengan dua kali lari cepat atau sprinting selama 20 detik dengan medan yang naik layaknya bukit atau tangga. Dengan melakukan latihan singkat ini, kita ternyata sudah mampu meningkatkan tingkat kebugaran hingga 12 persen lebih baik. Jika kita sempat melakukannya setidaknya 3 kali dalam sepekan, dr. Vollaard bahkan mengklaim jika olahraga ini akan sama bermanfaatnya dengan olahraga sebanyak 150 menit dalam seminggu.

Penelitian ini sendiri dilakukan dengan cara mengamati 38 studi sebelumnya tentang High Intensity Interval Training (HIIT), metode olahraga yang dianggap cocok bagi mereka yang sangat sibuk. Total, jumlah responden yang dilibatkan dalam penelitian ini mencapai 400 orang. Yang menarik adalah, andai kita melakukan lari cepat ini lebih dari 40 detik atau dilakukan lebih banyak, kita justru tidak akan mengalami peningkatan kebugaran dan justru mengalami penurunan dengan rata-rata 5 persen.

Dr. Vollaard yakin jika latihan singkat ini sangat cocok bagi para pekerja yang sangat sibuk namun sering beraktifitas dengan kondisi duduk. Hanya saja, menurut beliau, olahraga ini akan kurang cocok bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan kesulitan untuk mengendalikannya.