Tak Disangka, Tidur Larut Malam Ternyata Bisa Memberikan Keuntungan Tersendiri

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tidur terlalu larut bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bagaimana tidak, hal ini akan membuat kita tidur dengan waktu yang lebih sedikit dari yang sebaiknya kita lakukan, yakni sekitar 7 hngga 8 jam. Dengan waktu tidur yang lebih sedikit, maka kita pun beresiko mengalami beberapa jenis masalah kesehatan. Namun, tak disangka jika ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan andai kita tidur larut malam. Apa sajakah keuntungan tersebut?

doktersehat-main-handphone-tidur-malam

Mereka yang tidur malam cenderung memiliki IQ lebih tinggi
Seorang ilmuwan dari London School of Economics and Political Science bernama Satoshi Kanazawa menemukan adanya kaitan antara kecerdasan dengan perilaku adaptif seseorang, termasuk kebiasaan melakukan kegiatan di malam hari yang memang jarang dilakukan oleh orang pada umumnya. Dalam penelitiannya, diketahui bahwa anak-anak yang cerdas cenderung terbiasa begadang di malam hari dan terbangun di siang hari. Mereka juga cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi.

Mereka yang bekerja di malam hari cenderung lebih kreatif
Sebuah penelitian yang dilakukan di Catholic University of the Sacred Heart yang ada di Milan, Italia, menyebutkan bahwa mereka yang terbiasa tidur larut malam dan melakukan pekerjaan di malam hari cenderung lebih kreatif jika dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih awal. Penulis utama studi tersebut, Marina Giampietro, menyebutkan bahwa mereka yang bekerja hingga larut malam cenderung lebih bersemangat dan memiliki kemampuan lebih baik dalam mencari solusi akan sebuah masalah.

Mereka yang tidur larut cenderung memiliki kewaspadaan mental lebih baik
Sebuah penelitian yang dilakukan di Liege University, Belgia, pada tahun 2009, dilakukan dengan mengecek kebiasaan 15 orang yang terbiasa tidur sangat larut dan 16 orang lainnya yang terbiasa bangun sangat pagi. Mereka kemudian diukur aktifitas otaknya setelah bangun tidur dan 10,5 jam kemudian. Hasilnya adalah, mereka memiliki tingkat kewaspadaan yang sama saat bangun tidur, namun, setelah 10,5 jam kemudian, mereka yang bangun pagi cenderung memiliki aktifitas otak yang lebih rendah di bagian yang mengendalikan konsentrasi dan ritme sirkadian jika dibandingkan dengan mereka yang hobi begadang.