Tak Disangka, Pekerjaan Rumah Tangga yang Terlihat Sepele Ini Beresiko Besar Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com– Pekerjaan rumah tangga kerap kali dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal, dalam realitanya ada beberapa jenis pekerjaan rumah tangga yang bisa memberikan resiko kecelakaan atau berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa pekerjaan rumah tangga yang sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan demi kesehatan tubuh kita.

doktersehat-buah-sayur

Berbelanja sayuran
Banyak orang yang dengan enteng mengambil keranjang belanja di supermarket untuk berbelanja sayuran, daging, atau bahan makanan lainnya. Padahal, keranjang belanja ini bisa jadi tidak dibersihkan dan kaya akan bakteri. Yang menjadi masalah adalah, sebuah penelitian yang dilakukan di Glasgow Caledonian University menghasilkan fakta bahwa keranjang atau tas belanja yang berisi sayuran dan bahan makanan lainnya ini bisa terinfeksi bakteri e.Coli yang berbahaya.

Menjemur pakaian
Sebagian orang akan memilih untuk menjemur pakaian di dalam rumah saat hari sedang hujan. Meskipun terlihat sepele, hal ini ternyata bisa memicu peningkatan kadar kelembaban di dalam rumah hingga 500 ml. Dengan ruangan yang lebih lembab, jamur dan bakteri di dalam rumah tentu akan berkembang dengan sanagt pesat dan akhirnya memicu gangguan pernafasan seperti asma.

Membersihkan karpet
Pakar lingkungan bernama John Roberts menyebutkan bahwa membersihkan karpet sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena sebagian besar karpet ternyata memiliki bahan kimia yang berbahaya. Jika saat membersihkan karpet ini debu-debu yang sudah terkontaminasi bahan kimia berbahaya terhirup oleh anak, maka dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan pernafasan, sistem saraf, hingga memicu masalah pertumbuhan dan pendengaran.

Membersihkan kotoran hewan peliharaan
Bagi kaum hawa, membersihkan kotoran kucing atau anjing harus dilakukan dengan sangat berhati-hati dan setelahnya harus benar-benar membersihkan tangan atau badan karena adanya resiko terkena virus toksoplasma, virus yang bisa memicu gangguan kehamilan atau janin.