Tak Diduga, Semakin Sering Berhubungan Intim Memberi Dampak Ini Pada Otak

DokterSehat.Com– Cukup banyak orang yang berpikir jika berhubungan intim yang terlalu sering akan memberikan efek tidak baik bagi kesehatan tubuh. Namun, hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul The Journal of Gerontology Series B justru menunjukkan fakta sebaliknya. Menurut penelitian ini, sering berhubungan intim justru akan membuat kinerja otak semakin membaik. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-pasangan-seks

Penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 73 partisipan yang memiliki usia 50 hingga 83 tahun ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak berhubungan intim pada tubuh jika seseorang semakin kerap berhubungan intim. Selama 12 bulan, para partisipan ini dimintai keterangannya tentang seberapa sering mereka berhubungan intim, seberapa lama mereka melakukannya, kondisi kesehatan tubuh, serta gaya hidup yang dilakukan. Setelahnya, partisipan yang terdiri dari 28 pria dan 45 wanita ini juga dicek kondisi fungsi otaknya, khususnya dalam hal daya ingat, kelancaran melakukan berbagai hal, bahasa, kinerja spasial, serta perhatian. Hasilnya adalah, mereka yang kerap melakukan hubungan intim mendapatkan nilai tinggi dalam serangkaian tes mental. Tak hanya itu, kelancaran verbal, kemampuan melihat berbagai obyek, serta menilai jarak antar benda juga cenderung semakin meningkat.

Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini. Dr. Hayley Wright yang berasal dari Coventy University menyebutkan bahwa berhubungan intim yang lebh sering berimbas positif dalam hal meningkatnya kemampuan verbal atau kinerja visual seseorang. Sayangnya, hal ini tidak berdampak pada meningkatnya perhatian, daya ingat, atau penguasaan kosa kata.

Penelitian lainnya yang dilakukan di Oregon State University menghasilkan fakta bahwa karyawan yang cenderung lebih sering berhubungan intim mengalami peningkatan semangat kerja dan kepuasan kerja. Menurut penelitian ini, berhubungan intim bisa membuat produksi hormon seks dopamine dan oksitosin terus terjadi hingga 24 jam dan hal ini bisa berpengaruh besar bagi kinerja otak sekaligus mental seseorang.