Tahi Lalat dan Kanker Kulit Melanoma

DokterSehat.Com – Penyebab pasti melanoma masih belum diketahui, tetapi bisa dikenali faktor resiko yang menyertai. Melanoma disebabkan oleh kontak ke matahari, risiko Genetik faktor juga mempengaruhi terjadinya melanoma. Manusia berkulit putih yang kebanyakan kena melanoma daripada kulit berwarna lainnya. Sedangkan orang yang hidup di iklim yang bercahaya matahari tinggi berisiko lebih tinggi.

7

Faktor resiko terjadinya melanoma adalah riwayat keluarga yang menderita melanoma, rambut merah atau pirang , adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir), terdapat keratosis aktinik pre-kanker atau Frekels (bintik-bintik coklat) yang sangat jelas di punggung bagian atas. Faktor resiko lainnya adalag mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

Tanda melanoma

Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan belakang telinga. Berikut adalah tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang perlu Anda waspadai :

  1. Terasa gatal dan menyakitkan.
  1. Ukurannya membesar atau penampilannya semakin tidak teratur, terutama di pinggiran.
  1. Perubahan warna, terutama jika menjadi lebih gelap atau belang.
  1. Perdarahan spontan.
  1. Ada perubahan warna kulit di sekelilingnya.

Jika Anda melihat gejala-gejala di atas, Anda harus mengonsultasikannya kepada dokter kulit untuk diperiksa.

Tahi lalat yang berisiko

Beberapa jenis tahi lalat berikut lebih beresiko dibandingkan lainnya untuk menjadi kanker :

  1. Tahi lalat besar yang merupakan bawaan lahir.
  1. Tahi lalat besar dan bentuknya tidak teraturan. Tahi lalat ini cenderung diwariskan dan biasanya memiliki pusat berwarna coklat gelap dan terang dengan perbatasan tidak merata.
  1. Tahi lalat berjumlah 20 atau lebih.

Diagnosis melanoma

Dokter mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga untuk menilai risiko Anda. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Baca Juga:  Fungsi Sel Otot

Jika dokter mencurigai melanoma, eksisi biopsi mungkin dilakukan. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan pisau bedah kecil atau gunting untuk mengambil sebagian jaringan tahi lalat untuk diteliti di laboratorium.

Operasi

Tahi lalat kecil dan relatif tidak berbahaya dapat dihilangkan dengan gas cair yang bersifat membekukan atau dengan mengoleskan suatu zat yang memiliki efek yang sama. Untuk lesi yang lebih besar mungkin perlu dibuang melalui bedah/operasi. Bedah ini relatif sederhana dan biasanya dilakukan di bawah bius lokal. Daerah sekitar lesi akan benar-benar mati rasa tetapi Anda tetap sadar. Dalam beberapa kasus, bius total mungkin diperlukan jika pengangkatan tahi lalat diduga memakan waktu lama atau sulit. Bila pembedahan dilakukan dengan laser maka tidak diperlukan bius karena tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien hanya akan merasakan sensasi kesemutan selama prosedur operasi.

Prosedur bedah tahi lalat sangat aman dan sebagian besar tidak memiliki efek samping selain mungkin dari obat bius. Namun, jika lesi cukup besar maka Anda dapat memiliki bekas luka permanen. Tahi lalat biasanya tidak tumbuh kembali setelah diangkat.