<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; diabetes</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/tag/diabetes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 06:48:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Apel, Atasi Masalah Diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/apel-atasi-masalah-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/apel-atasi-masalah-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 03:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi tentang khasiat apel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=4977</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Apel, siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Buah ini mudah didapatkan karena dijual di berbagai tempat penjualan buah. Berbagai jenis dan warna buah apel ada di mana-mana. Apel banyak disukai karena rasanya yang khas. Berdasarkan penelitian, dalam satu buah apel saja diyakini memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Apa saja kandungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com" >Doktersehat.com</a> &#8211; Apel, siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Buah ini mudah didapatkan karena dijual di berbagai tempat penjualan buah. Berbagai jenis dan warna buah apel ada di mana-mana. Apel banyak disukai karena rasanya yang khas. Berdasarkan penelitian, dalam satu buah apel saja diyakini memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Apa saja kandungan buah apel? Dan manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari sebuah apel?</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian terbaru dari Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi beberapa jenis buah-buahan seperti blueberry, apel dan pir berkaitkan dengan risiko lebih rendah mengidap diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut peneliti, buah-buahan ini banyak mengandung flavonoid, senyawa alami yang hadir pada buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, yang berdasarkan hasil beberapa riset terkait dengan manfaat kesehatan seperti rendahnya risiko penyakit jantung atau kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Orang yang mengonsumsi blueberry atau apel dalam jumah yang lebih tinggi, mereka cenderung memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2,&#8221; kata An Pan, seorang peneliti dari Harvard School of Public Health.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Pan, temuan ini menunjukkan adanya asosiasi, tetapi tidak secara langsung membuktikan bahwa buah-buahan itu dapat mencegah diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menunjukkan hasil yang sejalan dengan beberapa riset sebelumnya yang telah lebih dulu menghubungkan diet tinggi buah-buahan (kaya flavonoid) berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut American Diabetes Association, sekitar 26 juta orang Amerika mengidap penyakit diabetes. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang mengubah glukosa dalam darah menjadi energi.<br />
Diabetes tipe 2 biasanya dapat dikontrol dengan olahraga serta perubahan pola makan dan tanpa insulin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam risetnya, peneliti dari U.S. National Institutes of Health melacak pola diet sekitar 200.000 pria dan wanita selama 24 tahun. Para peserta, di minta untuk mengisi kuisioner tentang seberapa sering mereka mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dengan ukuran porsi standar. Pada awal riset, seluruh peserta diketahui tidak ada yang menderita diabetes, tetapi selama periode penelitian berlangsung, sebanyak 12.600 peserta didiagnosis dengan diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil riset menemukan bahwa mereka yang gemar mengonsumsi blueberry memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tidak makan blueberry. Sementara peserta yang makan lima atau lebih apel seminggu juga memiliki risiko 23 persen lebih rendah terkena diabetes ketimbang peserta yang tidak makan apel.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peneliti mengungkapkan bahwa senyawa flavonoid pada buah-buahan tersebut mungkin memberikan efek yang menguntungkan dalam menekan risiko diabetes. &#8220;Kami menemukan hasil yang konsisten dari tiga hasil riset. Di mana ketiga penelitian menunjukkan bahwa konsumsi apel dan blueberry bermanfaat untuk mencegah diabetes tipe 2,&#8221; kata Pan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Pan, temuan tersebut telah memperhitungkan faktor risiko lain, seperti berat badan, merokok dan riwayat keluarga diabetes. &#8220;Temuan ini sangat bagus karena mendorong kita untuk mengonsumsi buah-buahan secara langsung ketimbang jus buah (olahan),&#8221; katanya, mengutip bukti terbaru bahwa jus buah olahan yang diberi gula dan zat tambahan lain dapat meningkatkan risiko diabetes.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : health.kompas.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/apel-atasi-masalah-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Penyakit Tersembunyi dari Gusi</title>
		<link>http://doktersehat.com/3-penyakit-tersembunyi-dari-gusi/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/3-penyakit-tersembunyi-dari-gusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 03:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gusi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit gigi]]></category>
		<category><![CDATA[prematur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=3220</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Sebenarnya tak hanya gigi, kesehatan gusi juga perlu diperhatikan. Dr Marjorie Jeffcoat DMD, juru bicara American Dental Association, bahkan mengatakan bahwa kesehatan gusi mencerminkan kesehatan tubuh kita secara keseluruhan. Terlebih, ternyata ada bahaya-bahaya tersembunyi bila gusi kita mengabaikan kebersihan dan kesehatan gusi. Apa sajakah bahaya itu? 1. Stroke dan serangan jantung Plak gigi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Sebenarnya tak hanya gigi, kesehatan gusi juga perlu diperhatikan. Dr Marjorie Jeffcoat DMD, juru bicara American Dental Association, bahkan mengatakan bahwa kesehatan gusi mencerminkan kesehatan tubuh kita secara keseluruhan.<br />
Terlebih, ternyata ada bahaya-bahaya tersembunyi bila gusi kita mengabaikan kebersihan dan kesehatan gusi. Apa sajakah bahaya itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Stroke dan serangan jantung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Plak gigi, bakteri yang hidup di gigi dan gusi, mungkin timbul akibat kurangnya kebersihan gigi. Plak bisa menimbulkan infeksi yang memengaruhi respons inflamasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka itu, penderita penyakit gusi seperti radang gusi atau gingivitis lebih berisiko mengalami stroke dan serangan jantung. Ada pula bukti bahwa banyak peradangan di pembuluh otak dapat membuat Anda lebih rentan terhadap stroke dan banyak peradangan dalam pembuluh ke jantung dapat membuat Anda lebih rentan terhadap serangan jantung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Prematur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perempuan yang tengah hamil rentan mengalami gingivitis yakni gusi berwarna lebih merah, lebih meradang, dan berdarah. Gingivitis bisa memburuk selama kehamilan dan telah dikaitkan dengan kelahiran prematur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Diabetes</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda penderita diabetes dengan penyakit gusi kronis, ada baiknya lebih rajin memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi dan gusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, bagaimana cara merawat gusi yang baik untuk mencegah penyakit gusi sebelum dimulai? Jeffcoat mengatakan kita diharuskan menyikat gigi 2-3 kali sehari selama 2-3 menit dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi antiplak. Gunakan dental floss sekali sehari dan bilas mulur dengan obat kumur dua kali sehari untuk mencegah gingivitis. Temui pula dokter gigi Anda dua kali setahun untuk membersihkan dan untuk mencari adanya risiko penyakit berbahaya seperti kanker mulut yang lebih sering terjadi pada perokok dan peminum.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : lintasberitabaru</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/3-penyakit-tersembunyi-dari-gusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurang Tidur Bisa Membunuh!</title>
		<link>http://doktersehat.com/kurang-tidur-bisa-membunuh/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kurang-tidur-bisa-membunuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 12:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[kurang tidur]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Kematian bagi manusia merupakan suatu yang tak terhindarkan, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Dalam kaitannya dengan kesehatan, salah satu faktor yang mempercepat kematian adalah kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur. Berikut dampak kurang tidur bisa sangat mematikan yang bisa anda simak sehingga anda yang kurang tidur harus berhat&#8211;hati. berikut ini beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Kematian bagi manusia merupakan suatu yang tak terhindarkan, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Dalam kaitannya dengan kesehatan, salah satu faktor yang mempercepat kematian adalah kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur. Berikut dampak kurang tidur bisa sangat mematikan yang bisa anda simak sehingga anda yang kurang tidur harus berhat&#8211;hati.</p>
<p>berikut ini beberapa dampak mematikan dari kurang tidur.</p>
<p><strong>1. Kecelakaan lalu lintas<br />
</strong>Diperkirakan terjadi 100.000 kecelakaan lalu lintas dalam setahun akibat pengendara mengantuk, 15.000 di antaranya memakan korban tewas. Pemicu utama rasa kantuk saat berkendara adalah kelelahan karena kurang tidur.</p>
<p><strong>2. Kecelakaan kerja<br />
</strong>Rasa letih akibat kurang tidur jelas mempengaruhi performa di tempat kerja sehingga bisa berdampak pada perkembangan karir atau bahkan kehilangan pekerjaan. Dampak yang lebih buruk bisa terjadi jika bekerja dengan alat  berat, sebab risikonya adalah kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan kematian.</p>
<p><strong>3. Mudah tersinggung, depresi lalu bunuh diri<br />
</strong>Tidur yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk dapat berpikir dengan jernih dan rileks. Kurang tidur bisa membuat seseorang mudah tersinggung dan merasa sedih, yang jika dibiarkan berlarut-larut suatu saat bisa menyebabkan depresi atau dampak yang paling buruk yakni bunuh diri.</p>
<p><strong>4. Obesitas dan serangan jantung</strong><br />
Pola makan yang tidak sehat memang menjadi faktor utama pemicu obesitas, namun pola tidur juga berpengaruh. Rasa letih akibat kurang tidur bisa menghambat poduksi leptin atau hormon penekan nafsu makan, sehingga porsi makan jadi tidak terkontrol. Jika berat badan sudah tak terkendali, risiko serangan jantung bisa muncul sewaktu-waktu.</p>
<p><strong>5. Diabetes</strong><br />
Berbagai penelitian membuktikan kurang tidur menyebabkan metabolisme makanan terganggu sehingga lebih mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat mematikan, mulai dari luka yang sulit disembuhkan hingga kegagalan fungsi ginjal dan serangan jantung.</p>
<p>kurang tidur bisa sangat mematikan lalu masihkah anda tidak mau istirahat yang cukup?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kurang-tidur-bisa-membunuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsumsi beras pecah kulit (PK) dapat menurunkan resiko diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[beras pecah kulit]]></category>
		<category><![CDATA[beras PK]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes tipe 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1329</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu dapat mengurangi resiko perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian dilakukan terhadap 39765 laki-laki dan 57463 wanita yang ikut serta dalam Health Professionals Follow-up Study and the Nurses’ Health Study I and II. Peserta telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat.com</a>-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu dapat mengurangi resiko perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian dilakukan terhadap 39765 laki-laki dan 57463 wanita yang ikut serta dalam Health Professionals Follow-up Study and the Nurses’ Health Study I and II.</p>
<p>Peserta telah mengisi kuisioner asupan harian pada saat penelitian dimulai pada tahun 1986, 1984, dan 1991, kemudian memperbaharuinya setiap empat tahun hingga tahun 2005 dan 2006. Mereka juga ditanyai mengenai rekam medisnya. Selama penelitian lebih dari 10000 terkena diabetes tipe 2.</p>
<p>Peneliti menemukan bahwa responden yang mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu resiko terkena diabetes tipe 2 nya berkurang 10% dibanding dengan orang yang mengkonsumsinya kurang dari satu porsi <a href="http://pillshopping.net/" >buy pills online with no prescription</a>  sebulan. Sedangkan responden yang mengkonsumsi beras PK lima porsi atau lebih dalam satu minggu memiliki resiko 20% lebih rendah terkena diabetes tipe2 dibanding resonden yang mengkonsumsinya kurang dari satu porsi setiap bulan. Dengan mengganti sepertiga beras sosoh dengan beras PK setiap hari dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2 sebanyak 16%.</p>
<p><a href="http://archinte.ama-assn.org/cgi/content/short/170/11/961" title="sumber" >Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berolahragalah untuk Gula Darah</title>
		<link>http://doktersehat.com/berolahragalah-untuk-gula-darah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/berolahragalah-untuk-gula-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 19:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat &#8211; Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Sebab, olahraga membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu online prescription ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga? &#8220;Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat</a> &#8211; Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Sebab, olahraga membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu <a href="http://basicpills.com/" >online prescription</a>  ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga?</p>
<p>&#8220;Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes,” ucap Dr Michael Triangto,SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy. </p>
<p>Maka, olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab, senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil, pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.</p>
<p>Lalu, olahraga seperti apa yang bersifat aerobik? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi, sebelum melakukan olahraga tersebut, Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Sebab, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya, tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialami.</p>
<p>Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini, ujar Michael, adalah pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.</p>
<p>Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun, maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka, batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat, tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.</p>
<p>Jika berbicara mengenai manfaatnya, olahraga yang dilakukan dengan teratur dan untuk jangka waktu panjang dapat membantu otot menyerap gula atau glukosa yang beredar di dalam tubuh. Sebab, pengidap diabetes sulit menyerap gula, maka butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang ditumpuk mampu diserap.</p>
<p>&#8220;Dan dengan melatih otot yang bersifat aerobik, sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar&#8221;. Alhasil, kadar gula dalam darah dapat lebih stabil dan bagi pengidap diabetes awal, olahraga teratur mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat. (Kompas&#038;Prevention-online/Siagian Priska)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/berolahragalah-untuk-gula-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi-Teh Semakin Terbukti Mencegah Diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/kopi-teh-semakin-terbukti-mencegah-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kopi-teh-semakin-terbukti-mencegah-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 19:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[teh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Kopi, teh, atau decaf! Apapun pilihan Anda, mengonsumsi salah satu jenis minuman itu dapat menekan risiko mengidap diabetes, demikian hasil analisa terbaru 18 studi yang melibatkan ratusan ribu orang. Kajian terhadap suatu riset pada 2005 lalu menyimpulkan, orang yang meminum kopi paling banyak menghadapi kemungkinan tiga kali lebih kecil mengidap diabetes dibanding mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Kopi, teh, atau decaf! Apapun pilihan Anda, mengonsumsi salah satu jenis minuman itu dapat menekan risiko mengidap diabetes, demikian hasil analisa terbaru 18 studi yang melibatkan ratusan ribu orang.</p>
<p>Kajian terhadap suatu riset pada 2005 lalu menyimpulkan, orang yang meminum  kopi paling banyak menghadapi kemungkinan tiga kali lebih kecil mengidap diabetes dibanding mereka yang paling sedikit meminum kopi, kata Dr Rachel Huxley dari University of Sydney, Australia.</p>
<p>Beberapa tahun sejak itu, jumlah penelitian mengenai hubungan kopi dan risiko diabetes meningkat lebih dari dua kali lipat. Sementara studi lainnya menunjukkan bahwa teh dan kopi non-kafein mungkin juga bersifat mencegah.</p>
<p>Untuk memperbarui bukti tersebut, Huxley dan timnya menganalisis 18 riset yang mengaitkan kopi, decaf, dan teh, dengan resiko diabetes tipe 2 yang dipublikasikan antara 1966-2009 dan melibatkan 459.000 orang.</p>
<p>Diabetes tipe 2, yang seringkali dikaitkan dengan obesitas, diderita hampir 8 persen penduduk AS, menurut  &#8220;US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases&#8221;.</p>
<p>Dari tiap secangkir kopi yang dikonsumsi setiap hari, para ahli mencatat risiko seseorang terserang diabetes berkurang sebanyak tujuh persen. Pada keenam studi itu, yang meneliti kopi non-kafein, para peneliti  mendapati, orang yang mengkonsumsi lebih dari tiga atau empat gelas kopi per hari memiliki risiko diabetes 36 persen lebih rendah.</p>
<p>Dalam tujuh studi yang meneliti kebiasaan minum teh dan risiko diabetes, orang yang minum lebih dari tiga atau empat gelas per hari menghadapi risiko 18 persen lebih rendah untuk terserang diabetes.</p>
<p>Menurut catatan Huxley dan timnya, analisis saat ini mungkin terlalu memperbesar estimasi dampak minuman itu terhadap risiko diabetes karena faktor statistik dengan skala studi yang lebih kecil. Juga tak mungkin untuk mengatakan dari bukti saat ini bahwa pecandu berat kopi dan teh serta minuman non-kafein  tak memiliki karakteristik lain yang mungkin melindungi mereka dari diabetes, semisal diet yang lebih sehat.</p>
<p>Fakta bahwa dampak yang terlihat dari decaf,  kopi dan teh seperti nyata, semua itu bukan hanya pada kafein semata, tapi mungkin juga berkaitan dengan bahan lain yang ditemukan pada minuman itu.  Sebagai contoh magnesium, lignan &#8211;bahan kimia mirip estrogen yang ditemukan pada tanaman&#8211; atau asam klorogenik &#8211;yang merupakan antioksidan yang memperlambat terlepasnya gula ke dalam darah setelah makan.</p>
<p>Riset klinis dibutuhkan guna menyelidiki apakah memang minuman itu  membantu mencegah diabetes. Jika manfaat itu terbukti benar,  para dokter mungkin dapat mulai menasehati pasien yang berisiko diabetes  bahwa bukan hanya harus olahraga dan mengurangi berat badan, tapi juga minum teh dan kopi.</p>
<p>Sumber : Antara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kopi-teh-semakin-terbukti-mencegah-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Kebiasaan Penyebab Diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/10-kebiasaan-penyebab-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/10-kebiasaan-penyebab-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 19:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes:</p>
<p><strong>1. Teh manis</strong><br />
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.</p>
<p><em>Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.<br />
</em><br />
<strong> 2. Gorengan<br />
</strong>Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.</p>
<p><em>Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><strong>3. Suka ngemil</strong><br />
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.</p>
<p><em>Pengganti: Buah potong segar.</em></p>
<p><strong>4. Kurang tidur.</strong></p>
<p>Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.</p>
<p><em>Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.</em></p>
<p><strong>5. Malas beraktivitas fisik</strong><br />
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. &#8220;Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,&#8221; kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.<br />
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.</p>
<p><em>Solusi: Bersepeda ke kantor.</em></p>
<p><strong>6. Sering stres</strong><br />
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.</p>
<p><em>Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.</em></p>
<p><strong>7. Kecanduan rokok</strong><br />
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.</p>
<p><em>Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.</em></p>
<p><strong>8. Menggunakan pil kontrasepsi</strong><br />
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.</p>
<p><em>Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.</em></p>
<p><strong>9. Takut kulit jadi hitam</strong><br />
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.</p>
<p><em>Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum &#8220;berjemur&#8221; di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.</em></p>
<p><strong>10. Keranjingan soda</strong><br />
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses&#8217; Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.</p>
<p><em>Pengganti: Jus dingin tanpa gula.</em></p>
<p>Sumber : Prevention</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/10-kebiasaan-penyebab-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kencing Unta dan Susu Unta Menyembuhkan Hepatitis dan Diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/kencing-unta-dan-susu-unta-menyembuhkan-hepatitis-dan-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kencing-unta-dan-susu-unta-menyembuhkan-hepatitis-dan-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 10:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kencing unta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sejak beberapa tahun belakangan ini, sejumlah peneliti di Arab melakukan penelitian tentang kandungan zat dalam air seni dan susu onta, yang diyakini dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Dr Abdulrahman Al-Qassas, seorang peneliti di Universitas Ummul Qura, Mekkah menegaskan lagi bahwa kencing dan susu onta dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak beberapa tahun belakangan ini, sejumlah peneliti di Arab melakukan penelitian tentang kandungan zat dalam air seni dan susu onta, yang diyakini dapat menyembuhkan sejumlah penyakit.</p>
<p>Dr Abdulrahman Al-Qassas, seorang peneliti di Universitas Ummul Qura, Mekkah menegaskan lagi bahwa kencing dan susu onta dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit.</p>
<p>&#8220;Hasil penelitian mutakhir telah membuktikan bahwa air seni dan susu onta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,&#8221; paparnya di hadapan forum mahasiswa tingkat empat seperti dikutip media setempat Jumat(6/7) yang lalu.</p>
<p>Menurutnya, pengobatan tergantung dari kondisi pasien. &#8220;Ada yang hanya memerlukan air seni dan ada pasien yang cukup dengan susu onta saja. Sebagian pasien perlu mendapat pengobatan dengan mencampur susu dan air seni onta.&#8221;</p>
<p>Al-Qassas juga, menyebutkan beberapa penyakit perut lainnya yang dapat disembuhkan dengan air kencing binatang yang sering juga disebut &#8220;safinah al-sahra&#8221; (kapal padang pasir) itu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Al-Qasas menjelaskan secara rinci hadis-hadis Rasulullah SAW di dalam agama Islam tentang khasiat air seni dan susu onta tersebut yang diperkuat dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ahli belum lama ini.</p>
<p>Kalangan ulama agama Islam Islam sejak lama telah mengumpulkan hadist yang berkaitan dengan tib (medis) dan memasukkan dalam katagori hadist mukjizat ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya lewat penelitian ilmiah mutakhir, demikian menurut sumber Antara. (yz)</p>
<p><a href="http://www.doktersehat.com" >Dokter <a href="http://antibiotics-shop.com/">buy antibiotics</a>  Sehat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kencing-unta-dan-susu-unta-menyembuhkan-hepatitis-dan-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  doktersehat.com/tag/diabetes/feed/ ) in 0.27238 seconds, on May 23rd, 2012 at 2:23 pm UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 23rd, 2012 at 3:23 pm UTC -->
