<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; darah</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/tag/darah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 02:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gangguan Genetik Sindrom Down</title>
		<link>http://doktersehat.com/gangguan-genetik-sindrom-down/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gangguan-genetik-sindrom-down/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 02:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[genetik]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[kromosom]]></category>
		<category><![CDATA[protein serum]]></category>
		<category><![CDATA[sindrom down]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=3337</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Sindrom Down adalah sebuah gangguan genetik yang disebabkan oleh trisomi kromosom 21. Gangguan ini adalah gangguan kromosom tersering yang dijumpai dalam kelahiran hidup, yaitu 1 dari 800 kelahiran hidup. Pada 95% kasus, sindrom Down disebabkan oleh nondisjungsi kromosom ibu nomor 21 selama meiosis. Insidens sindrom Down yang berhubungan dengan nondisjungsi meningkat seiring dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Sindrom Down adalah sebuah gangguan genetik yang disebabkan oleh trisomi kromosom 21. Gangguan ini adalah gangguan kromosom tersering yang dijumpai dalam kelahiran hidup, yaitu 1 dari 800 kelahiran hidup. Pada 95% kasus, sindrom Down disebabkan oleh nondisjungsi kromosom ibu nomor 21 selama meiosis. Insidens sindrom Down yang berhubungan dengan nondisjungsi meningkat seiring dengan usia ibu. Sindrom Down terjadi pada 1 dari 1350 bayi yang lahir dari ibu berusia kurang dari 24 tahun, dan 1 dari 65 bayi yang lahir dari ibu berusia 41 sampai 45 tahun. Kurang dari 5% kasus sindrom Down yang dapat dilacak berasal dari kromosom ekstra ayah. Penyebab sindrom Down ketiga yang tidak lazim adalah translokasi total atau sebagian dari salah satu duplikat kromosom 21 normal menjadi kromosom yang berbeda, biasanya menjadi kromosom 13, 14, 15, 18, atau 22, namun kromosom lain juga dapat menjadi target. Anak yang mengidap sindrom Down memiliki tingkat retardasi mental yang bervariasi, sering dapat diintervensi secara positif dengan program intervensi anak secara dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran Klinis<br />
• Tingkat retardasi mental bervariasi.<br />
• Mata Sipit ke arah atas, tangan pendek, hanya memiliki satu lipatan pada telapak tangan (simian crease), dan telinga letak rendah.<br />
• Tubuh pendek.<br />
• Lidah menonjol.</p>
<p style="text-align: justify;">Perangkat Diagnostik<br />
• Uji genetik pranatal (amniosentesis atau pengambilan sampel vilus korion) dapat mengidentifikasi janin pengidap sindrom Down.<br />
• Pemeriksaan darah ibu dapat mengidentifikasi janin yang berisiko tinggi mengidap sindrom Down. Dalam sebuah uji yang disebut uji quad, empat bahan maternal yang bersirkulasi ditubuh diukur se- lama trimester dua kehamilan. Setelah didapatkan hasilnya, kasus sindrom Down pada ibu adalah 75 % pada ibu berusia kurang dari 35 tahun dan 85%-90% pada ibu berusia 35 tahun atau lebih. Bahan maternal ini meliputi:</p>
<p style="text-align: justify;">Estriol tak-terkonjugasi (uE3).<br />
uE3 diproduksi oleh plasenta. Kadarnya menurun sekitar 25% dalam serum ibu yang kehamilannya disertai sindrom Down dibandingkan kehamilan tanpa sidrom Down.<br />
• Alfafetoprotein (AFP). AFP adalah protein serum utama dari janin. AFP berpindah dari sirkulasi janin ke sirkulasi maternal. Kadar AFP menurun pada serum maternal ibu yang mengandung janin sindrom Down. Kadar AFP juga digunakan untuk mendeteksi defek tuba neural janin dan anensefali, dan kadar AFP meningkat pada kedua defek ini.<br />
Human chorionic gonadotropin (hCG). hCG diproduksi selama ke-hamilan, awalnya oleh trofoblas dan kemudian oleh plasenta. Kadarnya dalam serum maternal lebih tinggi pada kehamilan dengan sindrom Down dibandingkan tanpa sindrom Down.</p>
<p style="text-align: justify;">Inhibin A.<br />
Inhibin A adalah suatu glikoprotein yang dibentuk selama kehamilan terutama oleh plasenta. Inhibin A meningkat pada ibu yang mengandung janin sindrom Down.<br />
• Skrining ultrasound pranatal menunjukkan adanya tanda-tanda fisik janin sindrom Down, terutama kelainan dalam ketebalan nuchal (bagian belakang leher).<br />
• Karyotyping genetik setelah lahir dapat memastikan diagnosis klinis sindrom Down.</p>
<p style="text-align: justify;">Komplikasi<br />
• Defek kongenital jantung atau organ lain sering terjadi berkaitan dengan sindrom Down.<br />
• Risiko leukemia di masa kanak-kanak dapat meningkat pada anak pengidap sindrom Down. Hal ini berkaitan dengan pengamatan bahwa sebagian bentuk leukemia dapat berhubungan dengan defek pada kromosom 21. Pengidap sindrom Down juga biasanya menderita penyakit Alzheimer selama empat atau lima dekade kehidupannya. Hal ini berkaitan dengan hasil pengamatan bahwa penyakit Alzheimer dapat muncul sebagian karena defek pada kromosom 21.<br />
• Sekitar 20% janin sindrom Down mengalami abortus spontan ‘antara masa kehamilan 10 dan 16 minggu. Banyak janin tidak berimplantasi pada endometrium atau ibu mengalami keguguran sebelum masa kehamilan 6 sampai 8 minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Penatalaksanaan<br />
• Mungkin diperlukan pembedahan apabila terdapat defek kongenital lain.<br />
• Program intervensi dini dapat membatasi derajat retardasi mental.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : fkunhas.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gangguan-genetik-sindrom-down/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Kesehatan yang Terjadi Akibat Mendengkur</title>
		<link>http://doktersehat.com/gangguan-kesehatan-yang-terjadi-akibat-mendengkur/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gangguan-kesehatan-yang-terjadi-akibat-mendengkur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 04:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[mendengkur]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=2968</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Terdapat  gangguan kesehatan yang sering kita temui diderita sahabat atau kerabat dekat, bahkan mungkin oleh diri kita sendiri. Secara medis tradisional kita akan berpikir bahwa penyakit-penyakit ini disebabkan oleh faktor makanan atau kurangnya olah raga. Tetapi berbagai penemuan terbaru di bidang kesehatan tidur telah menemukan bahwa gangguan pada saat tidur bisa menyebabkan penyakit-penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Terdapat  gangguan kesehatan yang sering kita temui diderita sahabat atau kerabat dekat, bahkan mungkin oleh diri kita sendiri. Secara medis tradisional kita akan berpikir bahwa penyakit-penyakit ini disebabkan oleh faktor makanan atau kurangnya olah raga. Tetapi berbagai penemuan terbaru di bidang kesehatan tidur telah menemukan bahwa gangguan pada saat tidur bisa menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya ini. Gangguan yang sepele namun kurang mendapat perhatian semestinya di masyarakat Indonesia yaitu Mendengkur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana-mana kita temui pendengkur. Yang gemuk, kurus, pria, wanita, anak-anak atau orang lanjut usia. Karena memang diderita oleh 1 dari 5 orang di Amerika menurut data Young dan Peppard, di Indonesia? Kita belum memiliki datanya secara pasti. Tapi yang pasti, amat banyak. Banyak bukan berarti normal. Dan juga tidak semua mendengkur itu berbahaya lho.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengkur dan rasa kantuk berlebihan merupakan dua gejala utama dari <em>sleep apnea</em>. <em>Sleep apnea </em>yang artinya henti nafas saat tidur, dapat berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup seseorang<em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sleep apnea</em> terjadi ketika otot-otot saluran nafas melemas saat tidur. Akibatnya jalan nafas menyempit hingga menyumbat akibatnya tidak ada udara yang dapat lewat. Episode henti nafas bisa terjadi selama 10 detik sampai lebih dari satu menit. Karena sesak, otak akan terbangun sejenak untuk menarik nafas, tanpa disadari penderitanya. Akibatnya proses tidur jadi terpotong-potong dan si penderita pun akan merasa selalu mengantuk sepanjang hari. Henti nafas bisa terjadi ratusan kali semalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Periode henti nafas ini menyebabkan perubahan drastis pada kadar oksigen dan tekanan darah seseorang. Jika <em>sleep apnea</em> dibiarkan, tubuh Anda akan terus terbebani dan akhirnya bisa berujung pada banyak penyakit. Berikut adalah 8 risiko kesehatan yang berhubungan dengan <em>sleep apnea:</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tekanan darah tinggi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa <em>sleep apnea</em> adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan <em>sleep apnea. </em>Semakin parah derajat<em> sleep apnea</em>, semakin berat juga peningkatan tekanan darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh anak-anak yang menderita sleep apnea. Sejak tahun 2003 lewat dokumen JNC 7, Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure sudah memasukan <em>sleep apnea</em> sebagai salah satu penyebab utama dari hipertensi. Sejak saat itu, penanganan <em> sleep apnea </em>sudah termasuk dalam tata laksana hipertensi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit jantung.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sleep apnea</em> yang tidak dirawat merupakan salah satu faktor risiko untuk menderita penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika pada tahun 2005. <em>Sleep apnea</em> meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung kongestif. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung penderita<em> sleep apnea </em>membengkak dan menebal dindingnya di satu sisi, serta berkurang kemampuan memompanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Stroke.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sleep apnea meningkatkan resiko seseorang untuk terserang stroke (penyebab kematian nomor 3 di Amerika tahun 2005.) Peningkatan kekentalan darah pada penderita<em> sleep apnea</em> menjadi penyebab utama meningkatnya risiko stroke.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kerusakan otak.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian di jurnal Sleep tahun 2008 memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen pada otak penderita <em>sleep apnea.</em> Kerusakan terjadi pada bagian otak yang mengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Depresi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada penderita <em>sleep apnea</em>. Bahkan <em>sleep apnea</em> ringan saja sudah meningkatkan resiko terkena depresi. Peningkatan risiko depresi akan naik seiring dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas yang dialami.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diabetes.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sleep apnea</em> akan mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2, juga salah satu penyebab kematian utama, terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleep apnea amat mungkin menjadi penyebab terjadinya diabetes. Di bulan Juni 2008 International Diabetes Federation sudah mengeluarkan buku panduan agar semua tenaga kesehatan di seluruh dunia memperhatikan kemungkinan<em> sleep apnea</em> pada pasien diabetes ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kegemukan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Obesitas, pada ras kaukasia (Eropa) menjadi resiko utama <em>sleep apnea</em>. Tapi tidak demikian pada ras Asia yang memiliki struktur rahang lebih sempit dan leher yang pendek. Masalahnya, <em>sleep apnea </em>akan meningkatkan berat badan seseorang. Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong menyebabkan perubahan hormon-hormon yang mengontrol nafsu makan. Rasa kantuk yang diakibatkan juga menyebabkan penderitanya jadi malas berolah raga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kematian.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dua penelitan di jurnal Sleep di tahun 2008 menunjukkan bahwa penderita <em>sleep apnea </em>mempunyai risiko kematian lebih tinggi dibanding yang tidak mendengkur. Risiko akan meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas. Apalagi jika sleep apnea dibiarkan saja! Sementara kematian akibat kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas pun harus diperhatikan. Di Inggris, pemerintah setempat akan menahan sementara SIM penderita <em>sleep apnea,</em> sampai proses perawatan dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penanganan<em> sleep apnea </em>diawali dengan pemeriksaan tidur di laboratorium tidur. Pemeriksaan tidur yang seksama akan membedakan dengkuran biasa atau dengkuran dengan <em>sleep apnea.</em> Kita pun bisa mendapatkan derajat keparahan dan karakter henti nafas seseorang. Sementara akibatnya pada gelombang otak tidur dan kerja jantung saat tidur pun turut dianalisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Perawatan sleep apnea dapat dilakukan lewat beberapa alternatif. Diantaranya pembedahan, <em>continuous positive airway pressure</em> (CPAP) ataupun dental appliances. Sementara ini, baku emas perawatan adalah dengan menggunakan CPAP, dengan tingkat keberhasilan yang amat tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan CPAP akan mengurangi risiko seseorang untuk menderita penyakit-penyakit berbahaya yang telah disebutkan tadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : kompas.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gangguan-kesehatan-yang-terjadi-akibat-mendengkur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Gejala dan Penyebab Penyakit Stroke yang Mematikan!</title>
		<link>http://doktersehat.com/waspadai-gejala-dan-penyebab-penyakit-stroke-yang-mematikan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/waspadai-gejala-dan-penyebab-penyakit-stroke-yang-mematikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 08:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=2939</guid>
		<description><![CDATA[Stroke merupakan penyakit yag cukup berbahaya. Penyakit ini termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Stroke merupakan penyakit yag cukup berbahaya. Penyakit ini termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit stroke</strong> dibagi menjadi dua jenis yaitu: penyakit stroke iskemik maupun penyakit stroke hemorragik.<strong>Penyakit stroke iskemik</strong> yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Penyakit stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Penyakit stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.</li>
<li>Penyakit stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.</li>
<li>Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit stroke hemoragik</strong> adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.</li>
<li>Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tanda dan Gejala-gejala <strong>Penyakit stroke</strong> dan pengobatan dengan <strong>obat herbal penyakit stroke</strong><br />
Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala <strong>penyakit stroke</strong> terbagi menjadi berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik</li>
<li>Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.</li>
<li>Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke. untuk informasi dan pemesanan <strong>obat herbal penyakit stroke</strong> klik di cara pemesanan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Faktor Penyebab Penyakit stroke</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif &amp; pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>80% pemicu penyakit stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi/hipertensi.<br />
</strong><br />
Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.<br />
Derita Pasca Stroke</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah Jatuh tertimpa Tangga Pula, peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat</p>
<p style="text-align: justify;">Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>1/3 –&gt; bisa pulih kembali,</li>
<li>1/3 –&gt; mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang,</li>
<li>1/3 sisanya –&gt; mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat Stroke lainnya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai.</li>
<li>80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.</li>
<li>70% menderita depresi.</li>
<li>30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke , juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat, akibat kesibukan yang padat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Stroke</strong> dapat dicegah, dengan <strong>obat herbal penyakit stroke</strong><br />
Hampir 85% dari semua <strong>penyakit stroke</strong> dapat DICEGAH , xamthone plus</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Ancaman stroke hingga merenggut nyawa dan derita akibat penyakit stroke. Hidup BEBAS tanpa STROKE merupakan dambaan bagi semua orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : amthoneplus.aparsuparjo.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/waspadai-gejala-dan-penyebab-penyakit-stroke-yang-mematikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercak Darah Dalam Feses Bisa Gejala Kanker Kolorektal</title>
		<link>http://doktersehat.com/bercak-darah-dalam-feses-bisa-gejala-kanker-kolorektal/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/bercak-darah-dalam-feses-bisa-gejala-kanker-kolorektal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 18:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[kolorektal]]></category>
		<category><![CDATA[tinja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com - Jangan anggap sepele munculnya bercak darah dalam feses saat buang air besar, demikian juga dengan perubahan pola konsistensi tinja dari keras menjadi encer yang diikuti dengan rasa sakit di perut. Boleh jadi ini merupakan gejala dari kanker kolorektal. &#8220;Normalnya tidak boleh ada darah dalam tinja. Begitu ditemukan ada darah, kita harus waspada. Ingatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com " >DokterSehat.com </a>- Jangan anggap sepele munculnya bercak darah dalam feses saat buang air besar, demikian  juga dengan perubahan pola konsistensi tinja dari keras menjadi encer yang diikuti dengan rasa sakit di perut. Boleh jadi ini merupakan gejala dari kanker kolorektal.</p>
<p>&#8220;Normalnya tidak boleh ada darah dalam tinja. Begitu ditemukan ada darah, kita harus waspada. Ingatkan dokter untuk melakukan pemeriksaan,&#8221; papar Dr.dr.Aru W Sudono, Sp.PD, KHOM, pakar kanker dari FKUI/RSCM Jakarta.</p>
<p>Meski sebagian besar pemeriksaan menunjukkan darah dalam tinja merupakan tanda hemoroid (wasir), namun tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan colok dubur. &#8220;Lebih baik waspada tapi terhindar dari kemoterapi yang mahal dan menguras fisik dan psikis,&#8221; kata dr.Aru.</p>
<p>Gejala kanker kolorektal antara lain perubahan kebiasaan pada buang air besar (BAB), yang meliputi frekuensi dan konsistensi tanpa sebab yang jelas dan berlangsung lebih dari enam minggu, terdapat darah dalam tinja, nyeri perut di bagian belakang, penurunan berat badan, dan rasa penuh meski sudah BAB.</p>
<p>Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker ini adalah pemeriksaan klinis (riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik), pemeriksan rektal dengan jari, serta pemeriksan laboratorium (memeriksa tinja) dan kolonoskopi.</p>
<p>Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan dengan memasukkan pipa lentur yang dilengkapi kamera dan jarum biopsi ke dalam rektum untuk melihat selaput lendir usus besar. &#8220;Bagian yang mencurigakan, misalnya polip, akan diambil dan dibiopsi,&#8221; papar dr.Aru. Pengambilan polip akan mencegah kanker berkembang.</p>
<p>Menurut pengakuan dr.Aru, ia sendiri pernah melakukan pemeriksaan kolonoskopi dan ditemukan adanya polip. &#8220;Waktu itu diketahui kalau polip itu sudah tahap pra-kanker. Bila tidak ditemukan, mungkin dalam dua atau tiga tahun sudah berkembang jadi kanker,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kanker kolon merupakan penyakit yang perjalanannya lambat, karena itu masyarakat dianjurkan untuk melakukan deteksi dini, khususnya pada kelompok risiko tinggi, misalnya berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki riwayat keluarga menderita kanker. &#8220;Di usia 50-an, biasanya mulai muncul tanda-tanda kanker,&#8221; jelas dr.Aru.</p>
<p>Bila kanker ditemukan dalam stadium satu, dalam lima tahun risiko pasien untuk bertahan hidup mencapai 90 persen. Sedangkan pada stadium lanjut (stadium 4), kemungkinan untuk hidup tinggal lima persen. &#8220;Kebanyakan pasien di Indonesia baru datang saat stadium tiga yang angka survivalnya sekitar 30-60 persen,&#8221; katanya.</p>
<p>sumber: kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/bercak-darah-dalam-feses-bisa-gejala-kanker-kolorektal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penularan Hepatitis Dominan melalui Darah</title>
		<link>http://doktersehat.com/penularan-hepatitis-dominan-melalui-darah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/penularan-hepatitis-dominan-melalui-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah. &#8221;Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,&#8221; kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah.</p>
<p>&#8221;Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,&#8221; kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam Seminar Fakta Baru tentang Virus Hepatitis B di Indonesia (HBV Facts Indonesia Snapshot), di Thamrin Square yang diselenggarakan Klinik CITO, Sabtu (5/5).</p>
<p>Pembicara lainnya dokter Osman Sianipar DMM MSc SpPK (K) dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta.</p>
<p>Seminar diadakan dalam launching penghargaan internasional sertifikat ISO 9001:2000 dari lembaga sertifikasi TUV NORD Indonesia.</p>
<p>Menurut Rino, virus Hepatitis B sekarang ini bermutan sangat cepat. Penularan virus itu terbagi bisa karena tertular dari ibu saat dalam kandungan atau setelah persalinan.</p>
<p>Namun, ada pula karena transfusi darah, tindik telinga, tusuk jarum, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama.</p>
<p>Bentuk virus ini lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis merupakan sebuah proses peradangan pada jaringan hati. Orang lebih mengenal hepatitis dengan istilah lever atau sakit kuning.</p>
<p>&#8221;Pengertian lever sebenarnya organ hati, bukan penyakit hati. Nama itu berasal dari Belanda. Kalau sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning adalah penyakit radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu,&#8221; jelas Rino.</p>
<p>Sementara Osman mengatakan, penyakit ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin. Bagi pasangan yang akan menikah, pemberian sebuah kekebalan tubuh itu untuk menghambat penularan virus.</p>
<p>&#8221;Jadi, wajib hukumnya pemberian vaksin bagi pasangan suami-istri. Apalagi, bila salah satunya penderita Hepatitis B. Jadi, tidak perlu takut,&#8221; kata dia.</p>
<p>Direktur Klinik CITO dokter Dyah Anggraeni MKes SpPK mengatakan, pihaknya pada 2007 ini akan mulai merambah DKI, Jabar, dan Jatim. Dengan mendapatkan ISO 9001:2000, maka pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan. &#8221;Sertifikat ini kali pertama yang kami terima. Segala pelayanan dari penerimaan tamu sampai pemeriksaan laboratorium yang akurat dan presisi, akan kami tingkatkan,&#8221; kata dia usai menerima sertifikasi. (H37-37)</p>
<p><em>sumber: SuaraMerdeka<br />
dikirimkan oleh Fathur   Rozi@doktersehat</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/penularan-hepatitis-dominan-melalui-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Hemofilia?</title>
		<link>http://doktersehat.com/apa-itu-hemofilia/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/apa-itu-hemofilia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 14:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[hemofilia]]></category>
		<category><![CDATA[tidak dapat membeku]]></category>
		<category><![CDATA[tidak normal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan. Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.</p>
<p>Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.</p>
<p>Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.</p>
<p>Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.</p>
<p><strong>Hemofilia A dan B</strong><br />
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :</p>
<p>Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :</p>
<ul>
<li> Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.</li>
<li>Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.</li>
</ul>
<p>Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :</p>
<ul>
<li>Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada</li>
<li>Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.</li>
</ul>
<p>Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?</p>
<p>Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).<br />
Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.</p>
<p><a href="http://doktersehat.com/wp-content/uploads/2010/02/pembuluh_drh1.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-978" title="pembuluh_drh1" src="http://doktersehat.com/wp-content/uploads/2010/02/pembuluh_drh1.jpg" alt="pembuluh drh1 Apa itu Hemofilia?" width="136" height="287" /></a></p>
<p>a. 	Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.<br />
b. 	Pembuluh darah mengerut/ mengecil.<br />
c. 	Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.<br />
d. 	Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang &#8211; benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.</p>
<p><a href="http://doktersehat.com/wp-content/uploads/2010/02/pembuluh_drh2.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-979" title="pembuluh_drh2" src="http://doktersehat.com/wp-content/uploads/2010/02/pembuluh_drh2.jpg" alt="pembuluh drh2 Apa itu Hemofilia?" width="131" height="287" /></a></p>
<p>a. 	Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.<br />
b. 	Pembuluh darah mengerut/ mengecil.<br />
c. 	Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.<br />
d. 	Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.</p>
<p><strong>F.A.Q Hemofilia</strong></p>
<p><strong>Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?</strong></p>
<p>Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang &#8211; kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.</p>
<p><strong>Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?</strong></p>
<p>Hemofilia  tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.</p>
<p>Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)</p>
<p>Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.</p>
<p><strong>Tingkatan Hemofilia</strong></p>
<p>Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :</p>
<table style="height: 80px;" border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="400">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#3333ff">
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="78" height="18" bgcolor="#3333ff"><span style="color: #ffffff;"> Klasifikasi</span></td>
<td width="322" height="18" bgcolor="#3333ff"><span style="color: #ffffff;"> Kadar                                 Faktor VII dan Faktor IX di dalam darah</span></td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="78" height="16">Berat</td>
<td width="322" height="16">Kurang                               dari 1% dari jumlah normalnya</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="78" height="16">Sedang</td>
<td width="322" height="16">1%                               &#8211; 5% dari jumlah normalnya</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td width="78" height="16">Ringan</td>
<td width="322" height="16">5%                               &#8211; 30% dari jumlah normalnya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang &#8211; kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.</p>
<p>Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.</p>
<p>Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.</p>
<p>sumber: hemofilia.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/apa-itu-hemofilia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(konsultasi) Kanker Darah dan Kesembuhan</title>
		<link>http://doktersehat.com/konsultasi-kanker-darah-dan-kesembuhan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/konsultasi-kanker-darah-dan-kesembuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 20:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat &#8211; Saya punya seorang wanita yang akan saya jadikan istri, dan dia sekarang ini mengidap penyakit kangker darah. Umur dia sekarang 22 Thn, baru ketahuan positifnya kangker darah baru 1bulan ini. Karena masuk rumah sakit setelah dia tranning kerja 16 jam per hari selama seminggu. Disitulah di RS. dia ketahuan terkena penyakit kangker darah.Adakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat</a> &#8211; Saya punya seorang wanita yang akan saya jadikan istri, dan dia sekarang ini mengidap penyakit kangker darah. Umur dia sekarang 22 Thn, baru ketahuan positifnya kangker darah baru 1bulan ini. Karena masuk rumah sakit setelah dia tranning kerja 16 jam per hari selama seminggu.</p>
<p>Disitulah di RS. dia ketahuan terkena penyakit kangker darah.Adakah obat untuk mencegah penyakit ini? Apkah penyakit ini bisa disembuhkan? Hampir setiap hari saya selalu mengasih Suupoort ke dia.</p>
<p>Karena setiap hari selalu menangis setelah dia menerima kabar dari dokter Darah kadang darah selalu keluar dari hidung, dan juga bukan waktunya dia haid dia suka mengeluarkan bercak darah di vaginanya kaya wanita lagi mendapat haid tetapi tidak banyak. Apakah Ada pengobatan traditional yang bisa menyembuhkan</p>
<p>Demikian Terimakasih Atas perhatiannya<br />
Saya membutuhkan jawaban dari anda<br />
-Deny-</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Saudara Deny yth,</p>
<p>Penyakit kanker ditandai dengan adanya dua hal yang menonjol, yaitu pertumbuhan sel yang tidak normal dan pertumbuhan sel tersebut dalam jumlah yang banyak. Pada kanker darah, terjadi pertumbuhan sel yang tidak normal, yang biasanya berupa sel darah putih yang kurang matang dan dalam jumlah yang besar. Pertumbuhan ini menyebabkan penekanan pertumbuhan jenis sel darah yang lain termasuk keping-keping darah (trombosit) yang berakibat penderita sering mengalami perdarahan.</p>
<p>Untuk memahami hal ini, perlu diketahui bahwa sel-sel darah pada mulanya berasal dari satu jenis sel yang disebut sel induk (stem sel). Stem sel ini akan berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih dan keping-keping darah. Pertumbuhan salah satu jenis sel dapat berakibat penekanan pertumbuhan sel-sel yang lain. Itulah sebabnya pada kanker darah, ditemukan pula kondisi anemia (sel darah merah yang menurun) dan trombositopenia (keping darah yang menurun).</p>
<p>Kanker darah sebagaimana penyakit kanker yang lain belum dapat diketahui penyebabnya dengan pasti. Beberapa faktor memang sering disebut-sebut sebagai faktor predisposisi seperti riwayat terkena radiasi yang cukup tinggi (setelah bom Hiroshima dan Nagasaki, banyak masyarakat yang terkena kanker darah), paparan oleh zat kimia tertentu, atau terkena virus tertentu (HTLV I dan II), dan lain-lain.</p>
<p>Pengobatan penyakit ini tergantung dari jenis kanker darah, stadium, dan kondisi penderita. Pengobatan penyakit ini terutama terdiri dari kemoterapi, radioterapi, dan terapi antibiotik dan suportif (terapi yang diberikan sesuai dengan keluhan dan tanda-tanda yang muncul). Dengan pengobatan yang adekuat, penyakit ini dapat disembuhkan, meski angka kesembuhannya saat ini bervariasi antara 4 â€“ 80 %, tergantung jenis kanker darah. Kadang setelah sembuh sekian tahun pun, kanker darah ini dapat kambuh kembali. Bila hal ini terjadi atau bila dengan pengobatan yang biasa dilakukan kurang memberikan hasil yang memuaskan maka dapat pula dilakukan transplantasi sel induk (stem sel).</p>
<p>Saya sangat mendukung pemberian support saudara ke calon isteri, karena dengan support yang baik akan menguatkan hati calon isteri saudara, dan hal ini akan berdampak positif untuk daya tahan tubuhnya. Perlu saudara ketahui, bahwa sebetulnya tubuh juga mempunyai mekanisme sendiri untuk mengatasi penyakit ini, dengan semangat hidup dan keinginan untuk sembuh tanpa ada stress akan membantu memperbaiki daya tahan penderita untuk melawan penyakitnya dan pada akhirnya akan membantu penyembuhan.</p>
<p>Tidak sedikit contoh, ketika kanker telah mencapai stadium akhir, ketika dokter telah menyerah, dan pasien pasrah kepada Allah SWT, setelah pasien melakukan upaya pengobatan, membuahkan hasil di luar perhitungan manusia. Hal ini menurut saya yang harus ditanamkan pada calon isteri saudara; keinginan sembuh, berusaha berobat dan berdoa kepada Yang akan Memberikan Kesembuhan.</p>
<p>Pengobatan alternatif/tradisional sampai saat ini belum ada bukti secara ilmiah. Namun, bila akan mencoba, lakukan sejalan dengan pengobatan medis dan pilih pengobatan tradisional yang alami. Secara logika mungkin ini dapat membantu memberikan kesembuhan dengan meningkatkan daya tahan penderita. Jika akan memberikan pengobatan ini komunikasikan dengan dokter yang merawat. Jangan sekali-kali meninggalkan pengobatan medis untuk beralih ke pengobatan tradisional. Tidak sedikit juga kasus, ketika pasien dinyatakan terkena kanker kemudian langsung mencari pengobatan alternatif. Namun pada akhirnya pasien kembali ke pengobatan medis dengan kondisi yang telah memburuk dan semakin sulit diobati.</p>
<p>Demikian jawaban saya, semoga dapat menjawab permasalahan saudara dan semoga saudara dan calon isteri saudara tetap tegar dengan cobaan yang menimpa.</p>
<p>oleh <strong>dr. Edi Patmini</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/konsultasi-kanker-darah-dan-kesembuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

