Syok – Pengertian dan Gejala

Kata “syok” yang digunakan oleh komunitas medis dan masyarakat umum memiliki arti yang berbeda. Konotasi oleh masyarakat adalah reaksi emosional yang kuat untuk situasi stres atau kabar buruk sedangkan definisi medis untuk syok jauh berbeda. Secara medis, syok didefinisikan sebagai kondisi dimana jaringan dalam tubuh tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi untuk memungkinkan sel untuk berfungsi. Syok akhirnya menyebabkan kematian sel, kegagalan organ lanjut, dan akhirnya, jika tidak diobati, kegagalan seluruh tubuh dan kematian.

doktersehat-konsultasi-paru-doter-kanker-rokok-nyeri-dada-Pneumonia-Atipik

Bagaimana tubuh bekerja

  • Sel membutuhkan dua hal untuk dapat berfungsi: oksigen dan glukosa. Hal ini memungkinkan sel untuk menghasilkan energi dan melakukan pekerjaannya masing-masing.
  • Oksigen di udara memasuki tubuh melalui paru-paru. Molekul oksigen menyeberang dari kantung udara (alveoli) paru-paru ke dalam pembuluh darah terkecil, yang disebut kapiler, dan dijemput oleh sel-sel darah merah dan melekat pada molekul hemoglobin.
  • Sel-sel darah merah didorong ke seluruh tubuh melalui gerakan jantung untuk memompa darah dan memberikan oksigen ke sel-sel di semua jaringan tubuh.
  • Hemoglobin kemudian mengambil karbon dioksida, produk limbah metabolisme, yang kemudian dibawa kembali ke paru-paru dan dibawa keluar melalui udara. Seluruh siklus dimulai lagi dari awal.
  • Glukosa dihasilkan dalam tubuh dari makanan yang kita makan. Glukosa berjalan dalam aliran darah dan menggunakan molekul insulin untuk “membuka pintu sel,” di mana ia kemudian memasuki sel untuk menyediakan energi untuk metabolisme sel

Gejala
Syok didefinisikan sebagai metabolisme yang abnormal pada tingkat sel. Karena tidak mudah untuk langsung mengukur masalah selular, pengukuran gejala syok tidak langsung dari fungsi selular. Syok adalah tahap akhir dari semua penyakit, dan gejala akan sering tergantung pada penyebab yang mendasari.

Baca Juga:  Mikrosefali - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Tanda vital
Seirig pasien melewati berbagai tahap syok, tanda vital juga mengalami perubahan. Pada tahap awal, tubuh mencoba untuk mengkompensasi dengan memindahkan cairan di dalam sel ke aliran darah dengan upaya untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Namun, mungkin ada sedikit peningkatan dalam denyut jantung (takikardia, taki=cepat dan kardia=jantung). Seperti contoh: ketika mendonasikan darah. Satu unit darah (atau sekitar 10% dari volume darah) diambil, namun tubuh mengkompensasi dengan baik, selain sensasi kepala seperti melayang sedikit, yang dapat diatasi dengan mudah dengan cara minum cairan. Contoh lain adalah berolahraga dan lupa untuk minum cukup cairan.

Ketika tubuh kehilangan kemampuan untuk mengkompensasi, laju pernapasan menjadi lebih cepat dan takikardia meningkat karena tubuh mencoba untuk mengemas oksigen ke sel-sel darah merah yang tersisa yang tersedia dan mengantarkan oksigen tersebut ke sel. Sayangnya, tekanan darah mulai drop (hipotensi, hipo=rendah, tensi=tekanan) sebagai mekanisme kompensasi yang gagal.

Fungsi tubuh
Sel tidak menerima cukup oksigen dan organ-organ mulai gagal. Semua organ mungkin akan terpengaruh.

  • Ketika otak dipengaruhi, pasien dapat bingung atau kehilangan kesadaran (koma).
  • Mungkin ada nyeri dada karena jantung itu sendiri tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
  • Diare dapat terjadi karena usus besar menjadi terganggu karena hipotensi.
  • Ginjal mungkin gagal dan tubuh dapat berhenti memproduksi urin.
  • Kulit menjadi lembab dan pucat.