Susu Kedelai Sangat Baik Untuk Melawan Osteoporosis

DokterSehat.Com – Osteoporosis adalah salah satu penyakit yang sangat tidak ingin diidap oleh semua orang. Banyak orang tua yang khawatir jika penyakit ini bisa menyerang tubuh mereka dan tulangpun menjadi lebih rapuh sehingga mudah patah dan tentu akan sulit untuk diperbaiki. Osteoporosis bisa dicegah jika sejak dini kita sudah melakukan banyak gaya hidup nan sehat dan mengkonsumsi susu yang bisa memperkuat struktur tulang dalam jangka waktu yang lama. Salah satu cara yang bisa mencegah masalah osteoporosis adalah dengan mengkonsumsi susu kedelai.

doktersehat-susu-keju-telur

Secara umum, susu memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi sehingga tulang pun bisa terjaga kekuatan dan kesehatannya. Kandungan susu kedelai sendiri banyak memiliki vitamin B, vitamin D, dan vitamin E dan banyak susu kedelai yang memiliki kandungan kalsium tambahan sehingga bisa memenuhi kebutuhan kalsium untuk kesehatan tulang. Kandungan susu kedelai lainnya adalah isoflavon atau phytoestrogen. Senyawa kimia ini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen manusia sehingga mampu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dengan baik. Tahukah anda, dengan banyaknya kebaikan ini, susu kedelai banyak dikonsumsi perempuan usia lanjut karena bisa menawarkan kesehatan bagi tulangnya.

Susu kedelai yang kaya dengan kandungan phytoestrogen ternyata bisa membuat regenerasi tulang menjadi lebih baik. Proses regenerasi tulang dari sel-selnya disebut sebagai proses osteoblastik dan susu kedelai diyakini akan mampu membantu proses ini berjalan dengan lebih baik sehingga tulang pun akan diregenerasi dengan baik dan kekuatannya pun terjaga hingga usia yang tua.

Disamping mengkonsumsi susu kedelai, kita tentu harus melakukan pola hidup yang baik agar kesehatan tulang kita terjaga. Banyak pakar kesehatan yang berkata bahwa perlindungan dari penyakit osteoporosis tentu harus dilakukan semenjak usia kita sekitar 20 tahunan. Selain itu, rajin-rajinlah berolahraga dengan rutin sehingga tulang pun akan mendapat kesehatan hingga jangka waktu yang lama.

Baca Juga:  Seputar Baby Blue Sindrom