Sushi itu Sehat? Tidak Dengan Cara Makan Kita Selama Ini

DokterSehat.Com – Di era modern seperti saat ini, pertukaran budaya terjadi secara mudah dan masif. Dalam hal makanan misalnya, saat ini dengan mudah kita mendapatkan makanan beraroma western maupun Asia. Untuk mendapatkannya pun, kita tidak perlu pergi ke restoran mahal atau merogoh kocek yang banyak. Salah satu makanan asing yang digemari oleh anak muda adalah sushi. Selain rasanya yang enak, bentuknya yang unik, sushi juga digemari karena menyehatkan. Namun, sushi tidak selalu sesehat dan sebaik yang diketahui orang-orang.

doktersehat-sushi

Ukuran Porsi Yang Menipu
Pemikiran yang seringkali salah adalah berpikir apapun sushi yang Anda pesan pasti sehat. Masalah yang klasik, ukuran bisa menipu. Sushi bisa menipu, ketika Anda berusaha mengontrol porsi makan dengan mengkonsumsi sushi, namun pada akhirnya Anda mengkonsumsi banyak roll – bentuk sushi yang paling populer – untuk mengenyangkan Anda. Anda mungkin berpikir bahwa mengkonsumsi 3 roll saja cukup, namun kenyataannya Anda dapat mengkonsumsi sushi hingga 18-24 roll. 

Kandungan Garam, Kecap, dan Perbandingan Kalori
Bergantung dari jenis roll yang Anda konsumsi, sushi dapat mengandung hingga lebih dari 1000 kalori karena Anda mengkonsumsi sejumlah banyak nasi per roll (kira-kira sepertiga hingga setengah cup beras per roll). Gula dan garam seringkali ditambahkan saat memasak nasi. Hal ini dapat meningkatkan jumlah kalori, garam yang tidak dibutuhkan, dan kelebihan karbohidrat.

Berapapun banyak roll  atau nasi yang Anda makan, Anda mungkin masih tetap lapar setelah mengkonsumsi sushi. Hal ini mungkin karena perbandingan yang tidak seimbang antara konsumsi karbohidrat dan protein (dalam hal ini nasi dan ikan). Alasan lain adalah tipuan tubuh. Kecap asin yang dikonsumsi bersama sushi mengandung garam dalam dosis cukup tinggi sehingga Anda mungkin merasa kenyang, namun tubuh Anda kehausan (karena garam bersifat menarik air). Karena tubuh Anda kehausan, Anda pun merasakan hal yang sama dan ketika Anda mengkonsumsi lebih banyak air, muncul keinginan untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan.

Baca Juga:  Pria Gay Tidak Diperbolehkan Mendonorkan Darah Terkait Penembakan di Orlando

Cara Memakan Sushi yang Sehat
Banyak pilihan sushi yang mengenyangkan sekaligus sehat bila Anda tahu apa dan bagaimana menyantap sushi yang ideal. Mulailah dengan salad dan edamame atau sup miso untuk membantu mengenyangkan lambung Anda sehingga Anda tidak mengkonsumsi sushi secara berlebihan. Anda juga dapat memulai dengan appetizer, seperti chicken yakitori atau sashimi, hindari tempura sebisa mungkin. Pesanlah hand rolls yang lebih rendah kalori. Batasi konsumsi crunchy rolls, tobiko, atau jenis sushi lain dengan topping mayonaise maupun krim keju  karena tinggi akan lemak jenuh, kolesterol, dan kalori. Sebisa mungkin, pilihlah beras merah sebagai bahan dasar sushi. Beras merah kaya akan serat dan dapat mempertahankan gula darah dalam batas normal. Beras merah juga mengandung magnesium, mangan, zink, dan vitamin E, selain itu kalorinya lebih sedikit. Jika ingin membatasi konsumsi nasi, cobalah sashimi atau makanan lainnya, seperti teriyaki. Selain memberikan sensasi rasa yang berbeda, lobak dan wasabi juga dapat berperan sebagai antiinflamasi dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi mual.

Walaupun sushi dapat berperan sebagai sumber asam lemak omega-3, ikan tertentu mengandung merkuri yang tinggi dan dapat menimbulkan masalah lain. Kelebihan asupan merkuri dapat menyebabkan keracunan yang berbahaya bagi otak, jantung, ginjal, dan bagian-bagian tubuh yang vital lainnya. Hindarilah konsumsi berlebihan sushi yang mengandung tuna, termasuk yellowfin, bluefin, dan ahi. Sebaliknya cobalah salmon, belut, kepiting, trout, cumi-cumi, dan urchin.

Sushi yang mengandung sayuran tidak kalah enak dan sehat. Roll berisi ketimun, bayam, asparagus, dan alpukat mengandung kalori yang rendah. Selain itu sushi vegan umumnya lebih murah. Sehat dapat, kenyang dapat, murah dapat, yippieee!