Susah Bangun Karena Kecapekan Tidur? Ini Dia Solusinya

Doktersehat.com – Seharusnya, tidur adalah kesempatan untuk memulihkan tenaga dan pikiran. Namun tak jarang, saat bangun badan justru makin terasa letih seperti tidak ada tenaga lagi untuk sekedar bangkit dari tempat tidur. Itu namanya kecapekan tidur.



Ketika hari normal atau hari kerja, Anda pasti akan bangun pada waktu yang sama, namun ketika hari libur atau cuti panjang tiba, maka bangun kesiangan adalah tradisi yang tidak bisa dilewatkan. Bangun siang sudah menjadi semacam ajang balas dendam, akibat setiap hari harus bangun pagi.

Padahal sebenarnya bangun di pagi hari akan membuat Anda merasa lebih baik dan lebih segar. Sebaliknya, bangun kesiangan rupanya memiliki efek negatif bagi tubuh Anda, efek negatif tersebut antara lain:

Masalah metabolisme. Ketika Anda tidur terlalu lama, maka tubuh Anda tidak akan berfungsi sesuai dengan ritmenya. Kecepatan metabolisme Anda dapat terpengaruh akibat tidur berlebihan, hal ini disebabkan karena tidur terlalu lama akan membuat Anda merasa lapar dalam jangka waktu yang lama sehigga dapat membuat bobot tubuh Anda meningkat.

Lesu.
 Salah satu dampak negatif dari tidur berlebihan yaitu tubuh Anda akan menjadi terasa lesu. Kenapa? Karena metabolisme Anda masih bekerja dalam settingan malam hari. Untuk memulai sistem dan fungsinya yang normal, tubuh memerlukan waktu yang lebih lama. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari 30 menit.

Selain itu, penyebab rasa letih saat bangun tidur antara lain adalah kualitas tidur yang buruk, sehingga tenaga tidak benar-benar dipulihkan selama tidur. Tidur mendengkur dan henti napas saat tidur atau sleep apnea merupakan beberapa faktor yang bisa memicunya.

Untuk mengatasi rasa letih akibat kecapekan tidur, beberapa hal berikut ini bisa dilakukan seperti dikutip dari Health.com. Jumat (20/7/2012).

Baca Juga:  Insomnia Kronis Beresiko Alami Kematian

1. Jauhi tombol snooze
Tak jarang ketika alarm berbunyi, tombol snooze atau tunda ditekan dengan tujuan agar bisa melanjutkan tidurnya barang 5 atau 10 menit lagi. Namun kenyataannya, tambahan waktu tidur tidak pernah memberikan efek yang signifikan alias percuma. Agar tidak buang-buang waktu, langsung saja bangun begitu alarm berbunyi.

2. Atasi dulu pegal-pegalnya
Otot punggung sering kaku saat bangun karena selama tidur bagian ini kurang mendapat oksigen. Berikan suplai oksigen dengan cara berdiri dengan kaki agak renggang, lalu silangkan tangan di atas lepala. Semacam peregangan sebelum olahraga, tetapi difokuskan untuk otot punggung.

3. Manjakan diri
Makin bahagia, seseorang cenderung makin berenergi sehingga tidak merasa lesu atau letih saat bangun tidur. Bangkitkan kebahagiaan itu dengan cara paling menyenangkan, misalnya membaca koran pagi sambil minum teh atau menonton film kartun di TV.

4. Jauhi kopi
Efek kafein dalam kopi adalah memacu denyut jantung, sehingga tubuh terasa lebih bertenaga. Namun di sisi lain, kafein bersifat diuretik sehingga tidak bisa mengembalikan hidrasi atau kecukupan cairan yang berkurang selama tidur. Padahal, cairan sangat dibutuhkan agar badan terasa lebih bugar.

5. Putar lagu yang bersemangat
Jenis musik tertentu bisa memacu pelepasan senyawa-senyawa di otak yang akan membuat tubuh merasa nyaman dan lebih bergairah. Tidak ada patokan khusus jenis musik apa yang bisa memberikan efek semacam ini, yang penting jenis musiknya harus yang paling disukai.

6. Dinginkan tubuh
Hawa dingin di pagi hari cenderung membuat orang ingin menghangatkan diri, dengan mandi air hangat atau kembali ngulet di balik selimut. Justru kalau ingin lebih bersemangat, mandilah dengna air dingin untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan.

Sumber : detikhealth.com & kesehatan.segiempat.com