Surat Cinta Kepala Sekolah Kepada Orang Tua Murid Ini Viral di Internet

DokterSehat.Com – Suwarsana, MPD, Kepala sekolah SD Mutiara Persada di Bantul, Yogyakarta, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Semua ini gara-gara surat cintanya yang Ia tujukan pada orang tua murid kelas 6 yang dianggap sangat menyentuh dan memiliki nilai positif bagi pendidikan dan perkembangan anak. Seperti apakah surat cinta tersebut?



Dalam surat ini, Suwarsana meminta orang tua untuk menghargai apa yang telah dilakukan oleh anaknya saat bersekolah atau menjalani ujian. Hasil nilai ujian yang bagus memang bisa membanggakan orang tua, namun, seberapapun nilai ujian yang didapatkan anak, ada baiknya orang tua memberikan penghargaan dan dukungan pada buah hatinya. Menurut Suwarsana, anak memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda sehingga belum tentu memiliki kecerdasan dalam menyelesaikan soal-soal ujian dengan baik. Bisa jadi, tanpa nilai ujian yang baik pun, anak akan bisa mengembangkan kemampuannya sendiri dan berhasil menjadi orang yang sukses di masa depan.

Psikolog anak dan remaja bernama Anna Surti Ariani menganggap surat yang ditulis oleh Suwarsana sebagai surat yang luar biasa. Menurut Anna, sang Kepala Sekolah benar-benar tahu bagaimana cara mendidik dan mengembangkan anak sehingga ingin mengajak orang tua murid untuk melakukannya dengan cara yang benar.

Dengan adanya surat ini, diharapkan orang tua sadar jika nilai akademik tidak selalu menjadi tolak ukur kecerdasan atau kesuksesan anak sehingga orang tua tidak perlu menuntut anaknya secara berlebihan atau kecewa dengan hasil nilai ujian. Jika orang tua memaksakan anak untuk selalu mendapatkan nilai yang bagus, bisa jadi anak malah tidak lagi termotivasi untuk belajar dan justru tumbuh menjadi anak yang kurang bersemangat.

Memberikan penghargaan pada anak akan semua yang telah dilakukan dan diusahakan, khususnya setelah menjalani ujian yang berat, justru akan membuat anak merasa didukung oleh orang tuanya dan tidak akan mudah terpancing melakukan tindakan curang layaknya menyontek saat ujian. Hal ini bisa membuat anak berkembang menjadi pribadi yang jujur ke depannya.