Awas! Jangan Asal Konsumsi Suplemen Saat Puasa, Perhatikan Ini Dulu

Photo Credit: Flickr.com/Paul Huxley
Photo Credit: Flickr.com/Paul Huxley

DokterSehat.Com– Anda tertarik mencoba mengonsumsi suplemen untuk puasa kali ini? Jika iya, maka ada baiknya Anda perhatikan dulu beberapa hal sebelum mengonsumsinya, karena konsumsi suplemen saat puasa tidak boleh dilakukan dengan asal, lho.

Aktivitas yang tetap padat namun asupan makan yang cenderung berkurang menjadi salah satu penyebab utama banyak orang ingin mengonsumsi suplemen saat puasa.

Kekhawatiran akan tidak terpenuhinya asupan zat gizi, vitamin, mineral dan cairan memang menjadi hal yang wajar. Akan tetapi suplemen bukan menjadi satu-satunya jalan keluar.

Perlu diketahui kebutuhan gizi harian tubuh kita akan tetap sama, baik saat puasa maupun saat tidak puasa. Hal inilah yang menyebabkan kita harus mampu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Asupan gizi seimbang dari makanan lebih dianjurkan

Agar kebutuhan gizi harian dapat terpenuhi, konsumsi makanan dalam bentuk segar lebih dianjurkan karena memberikan asupan gizi yang lebih lengkap dan seimbang.

Beberapa studi menyebutkan bahwa gizi dari makanan segar akan diserap lebih baik oleh tubuh dibandingkan dengan suplemen karena tidak memperberat kerja organ.

Selain itu, perlu diingat bahwa konsumsi suplemen tidak akan pernah bisa menggantikan asupan makanan dari gizi seimbang ya.

Untuk itu, para pakar kesehatan lebih menganjurkan agar kita mampu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang selama buka puasa hingga sahur agar kebutuhan gizi tubuh dapat terpenuhi.

Hal ini dilakukan dengan mengonsumsi makanan berkarbohidrat sebanyak 3-5 porsi, makanan sumber protein hewani dan nabati 3-4 porsi, serta sayur sebanyak 3 porsi dan buah 2-3 porsi dalam sehari.

Lalu apakah konsumsi suplemen saat puasa tidak diperbolehkan?

Pakar kesehatan dan gizi, Rita Ramayulis, menyebutkan, bahwa konsumsi suplemen hanya dianjurkan pada beberapa kondisi, dimana kebutuhan gizi seseorang sedang tinggi dan dikhawatirkan tidak mampu memenuhinya dari makanan biasa.

Beberapa kodisi tersebut antara lain:

  • Ibu hamil atau ibu menyusui
  • Atlet atau olahragawan
  • Vegetarian ketat, atau vegetarian jenis diet vegan, serta
  • Orang yang sedang mengalami sakit saat puasa

Pada kondisi di atas, suplemen menjadi diperlukan kebutuhan gizi yang tinggi disebabkan beberapa kondisi yaitu peningkatan kebutuhan atau tergangggunya asupan makanan segar yang bergizi seimbang.

Sehingga kondisi puasa akan meningkatkan risiko gizinya tidak terpenuhi maka konsumsi suplmen sangat dianjurkan.

Konsumsi suplemennya pun tidak boleh asal, kita harus benar-benar memerhatikan apa jenis suplemen yang diperlukan dan berapa dosis yang cocok untuk tubuh.

Salah menentukan keduanya maka manfaat dari konsumsi suplemen justru tidak bisa dirasakan tubuh.

Bolehkah tetap konsumsi suplemen jika tidak sedang berada dalam kondisi di atas?

Selama kita bisa memenuhi asupan gizi yang tepat dan seimbang dari makanan, maka konsumsi suplemen tidak lagi diperlukan.

Konsumsi suplemen bersaamaan dengan asupan makanan yang sudah seimbang justru akan menyebabkan asupan satu atau lebih zat gizi menjadi berlebihan.

Hal ini justru bisa membahayakan untuk beberapa organ dan sistem tubuh. Salah-salah, justru tubuh kita mengalami tanda dan gejala kelebihan gizi yang bisa mengganggu puasa. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi, kan?

Jika Anda merasa belum mampu memenuhi asupan makanan bergizi seimbang, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Hal ini sangat tepat dilakukan agar jenis dan dosis suplemen yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan umum Anda.

Jadi, jangan asal mengonsumsi suplemen saat puasa, perhatikan dulu hal-hal yang telah disebutkan di atas ya.