Suplemen Pembentuk Tubuh

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti mendambakan penampilan yang sempurna, salah satunya dengan memiliki perut yang sixpack. Selain dapat meningkatkan penampilan Anda, perut sixpack juga berfungsi untuk meningkatkan kekuatan otot-otot perut Anda. Dan untuk menjadikan otot perut terlihat Anda terlebih dahulu harus menyingkirkan lemak di perut Anda. Dan untuk menguranginya Anda harus rajin menjalankan latihan.



Namun, bagaimana bila pasangan Ladies sudah berolahraga secara teratur tapi masih belum juga mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan? Nah, Ladies, Anda bisa menyarankan si dia untuk juga mengonsumsisuplemen pembentuk tubuh.

berikut beberapa suplemen yang membantu pria dalam pembentukan tubuh :

  1. Suplemen protein
    protein adalah nutrisi yang wajib bagi pria yang ingin memiliki tubuh atletis karena bermanfaat bagi perkembangan otot, oerdha.wordpress.com juga mendukung pernyataan ini. Setidaknya dibutuhkan 1-2 gr protein per-kg berat badan/hari untuk pembangunan otot maksimal.
  1. Suplemen creatine
    creatine adalah suplemen terpenting bagi otot setelah protein. Creatine akan disimpan didalam otot untuk kemudian akan diubah menjadi energi ketika diperlukan. Ketika pasangan Anda berolahraga, creatine akan menyediakan energi yang dibutuhkan.
  1. Suplemen glutamin
    Glutamin adalah asam amino non-esensial yang berguna setelah berolahraga karena pada saat berolahraga, jumlah glutamin akan menurun. Ladies, suplemen ini sebaiknya digunakan tidak lebih dari setengah jam setelah berolahraga agar otot Anda dapat pulih dengan maksimal.
  1. Suplemen multivitamin dan mineral
    Multivitamin sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama berolahraga dan membantu proses pemulihan setelah olahraga. Sedangkan mineral berfungsi untuk memproduksi sel darah merah dan transportasi oksigen ke semua sel, termasuk sel otot.

itulah Ladies beberapa suplemen yang dibutuhkan oleh pasangan Anda yang ingin membentuk tubuh atletis. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih maksimal dan aman, diskusikan dengan dokter atau personal trainer.