Suplemen, Herbal atau Pangan Fungsional, Mana yang Terbaik?

doktersehat-obat-serangan-jantung

DokterSehat.Com– Tahukah Anda apa bedanya suplemen, herbal dan pangan fungsional? Ketiganya sama-sama memberikan manfaat untuk tubuh kita dengan kandungan gizinya. Lalu kira-kira mana yang lebih baik untuk kita konsumsi?

Suplemen dan ekstrak herbal dianggap sebagai dua mata koin yang berbeda,utamanya dalam regulasi penjualannya. Studi menunjukkan bahwa suplemen umumnya tidak memiliki banyak standar karena kandungan gizinya yang lebih terpantau, sedangkan ekstrak herbal memiliki standar aturan yang ketat dalam produksi atau penjualannya karena manfaat dari herbal bisa jadi berlawanan atau sama dengan obat.

Untuk itu, jika kita ingin mengatahui mana yang lebih baik diantara ketiganya maka perlu kita ketahui apa saja keunggulan dan kelemahan suplemen, ekstrak herbal dan pangan fungsional, diantaranya:

1. Suplemen

 

Suplemen memiliki kandungan gizi yang umumnya merupakan vitamin dan mineral. Komposisi dan manfaat suplemen adalah kandungan gizi yang memang sudah ada didalamnya. Misalnya, vitamin C yang berfungsi untuk imunitas tubuh.

2. Ekstrak herbal

 

Herbal yang diekstrak memiliki manfaat yang lebih efektif dibandingkan dengan herbal dalam bentuk segar. Dibandingkan dengan suplemen herbal memiliki manfaat tertentu yang lazimnya mampu menyembuhkan suatu penyakit, misalnya ekstrak daun salam untuk menurunkan kolesterol dan penyakit jantung. Namun beberapa studi menyebutkan dosis atau produksi ekstrak herbal yang tidak tepat kerap meningkatkan risiko keracunan.

3. Pangan fungsional

 

Pangan fungsional memiliki kandungan gizi yang kita rasakan jika dikonsumsi dalam bentuk segar, bukan ekstrak. Umumnya kandungan gizi dalam pangan fungsional mampu mendukung fungsi organ dan sistem tubuh, misalnya bawang putih untuk antibakteri atau kandungan likopen pada tomat yang berfungsi sebagai antikanker, yang manfaaatnya telah terbukti mampu mendukung kondisi kesehatan tubuh.

Suplemen dan ekstrak herbal umumnya memiliki dosis jika kita ingin mengonsumsinya, sedangkan pangan fungsional dapat dikonsumsi dalam bentuk segar.

Ketiganya sama-sama memberikan manfaat untuk tubuh, asalkan kita menggunakan produk yang memang telah terbukti secara klinis dan dalam dosis yang tepat. Jadi, mana yang Anda pilih?