Omega-3: Sumber Ikan dan Bahaya Ikan yang Terkontaminasi

DokterSehat.ComOmega-3 dan Anak-anak Orangtua waspada terhadap janji dari iklan-iklan bahwa omega-3 memiliki kekuatan “meningkatkan kinerja otak” untuk anak-anak. Federal Trade Commission meminta perusahaan pelengkap untuk menghentikan klaim tersebut kecuali jika mereka dapat membuktikannya secara ilmiah. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak makan lebih banyak ikan, asalkan tidak dilapisi tepung roti dan digoreng. Dokter anak juga mengingatkan terha dap jenis ikan yang tinggi merkuri, seperti hiu, ikan todak, king mackerel, dan tilefish. Tilefish kurang populer di Indonesia, dan kebanyakan ada di Teluk Meksiko.

omega-3-doktersehat

Ikan sebagai sumber terbaik
Sumber terbaik asam lemak omega-3 adalah ikan, meski ikan yang berbeda memiliki kadar yang berbeda. Pilihan teratas adalah salmon, makarel, herring, ikan trout danau, ikan sarden, ikan asin, dan tuna. American Heart Association merekomendasikan setidaknya dua porsi ikan seminggu, yaitu 3,5 ons ikan masak atau ¾ cangkir ikan.

Omega-3 dan tuna
Tuna adalah makanan yang bisa menjadi sumber asam lemak omega-3 yang baik. Tuna albacore (sering diberi label “putih”) memiliki lebih banyak omega-3 daripada tuna tuna kalengan, namun juga memiliki konsentrasi merkuri yang lebih tinggi. Spesies tuna yang berbeda memiliki kadar asam lemak omega-3 yang berbeda.

Bahaya ikan yang terkontaminasi
Bagi kebanyakan orang, merkuri pada ikan bukanlah masalah kesehatan. Tapi itu bisa menjadi suatu hal yang bahaya selama kehamilan, begitu pula pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. FDA memiliki saran ini untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil:

  • Batasi tuna albacore sampai 6 ons/ minggu.
  • Batasi ikan rendah dalam merkuri sampai 12 ons/ minggu.
  • Hindari ikan hiu, ikan todak, king mackerel, dan tilefish.
  • Hilangkan kulit dan lemak sebelum memasak ikan.
Omega-3 – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5