Sulit Hamil Setelah Menunda Kehamilan

DokterSehat.Com – Banyak pasangan muda yang baru menikah menunda kehamilan sehingga waktu yang benar benar siap, hal ini dinilai akan mempersiapkan secara emosional calon ibu dalam merawat bayinya kelak.



Sehingga sering kali banyak pasangan muda, menggunakan alat kontrasepsi dalam menunda kehamilan. Ironisnya, beberapa pasangan yang sudah siap setelah menunda kehamilan tidak kunjung menandakan tanda- tanda awal kehamilan hingga seringkali perasaan menyesal karena menunda kehamilan. Betulkah sulit hamil dikarenakan menunda kehamilan terlebih dahulu?

Menunda kehamilan sering kali menjadi pilihan pasangan muda, selama anda dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat tidak akan menimbulkan masalah pada saat anda telah siap hamil. Pilihan penggunaan kontrasepsi pil, sering kali disarankan dikarenakan dapat membuat masa subur dengan cepat setelah kontrasepsi pil dihentikan.

Penggunaan kontrasepsi pil merupakan kontrasepsi hormonal yang memiliki tambahan kandungan progestin dropspirenone yang hampir sama dengan progesteron alami. Secara umum, manfaat tambahan dari kontrasepsi pil membuat haid teratur, menurunkan resiko kista ovarium, menurunkan resiko kanker ovarium, mengurangi resiko anemia dan menurunkan resiko kehamilan di luar rahim.

Adapun menggunakan metode KB suntik, dapat menimbulkan beberapa efek jangka panjang. Kb suntik merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang bekerja mengentalkan lendir rahim sehingga sulit ditembus sperma dalam pembuahan. Adapun kekurangan menggunakan metode suntik kb adalah siklus datang bulan yang tidak teratur bahkan ada yang tidak mengalami datang bulan sama sekali, mengalami penambahan berat badan dan untuk beberapa orang terjadi pemulihan kesuburan yang lama dalam beberapa bulan setelah menghentikan penggunaan KB suntik. Sedangkan penggunaan IUD seringkali menyebabkan keputihan dan juga infeksi apalagi untuk pasien yang tidak pernah kontrol kesehatan. Resiko terbesar adalah adanya infeksi mulut rahim yang dapat berkembang hingga infeksi saluran telur, sehingga saluran telur tersumbat dan terjadinya gangguan kesuburan.

Baca Juga:  Benarkah Pengunaan Antidepresan Pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Autisme Pada Anak?

Selanjutnya adalah dampak pada janin yang akan dikandung. Apabila anda menunda terlalu lama akan menyebabkan tingkat resiko memiliki anak yang bermasalah dengan gangguan saraf. Penelitian ditemukan program kehamilan yang terlalu lama pada anak pertama dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan juga meningkatkan resiko tinggi bayi lahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Penelitian perkembangan saraf pada 209 anak yang dilahirkan dari pasangan yang berusaha hamil dengan keras, hasilnya ditemukan 8% mengalami masalah dengan saraf. Penelitian ini juga menghubungkan antara terapi kesuburan yang dilakukan oleh ibu hamil. Sehingga saran terbaik adalah jangan menunda kehamilan pertama anda terlalu lama. Sejalan dengan usia anda yang bertambah, beberapa kondisi kesehatan anda sangat rentan terkena penyakit ini juga yang menjadi pertimbangan untuk segera memiliki anak. Anda juga disarankan untuk menjalani hidup sehat, tidak melakukan kebiasaan buruk merokok, hindari paparan radiasi dari organ reproduksi dan juga menghindari polutan dan radikal bebas sehingga akan membuat hamil sulit.