Suka Nonton Film Porno Bisa Merusak Otak?

DokterSehat.Com– Cukup banyak orang yang suka menonton film porno karena ingin melampiaskan hasrat seksualnya. Tak hanya itu, banyak pasangan yang juga menontonnya demi mempelajari gaya atau posisi baru yang tentu akan membuat kehidupan seksualnya semakin membaik. Sayangnya, ada sebuah anggapan yang menyebutkan bahwa kerap menonton film porno bisa merusak otak kita. Apakah hal ini benar adanya?

doktersehat-game-kecanduan-pria-kelainan-porno-tv-malas-beresiko-kematian-nonton

Telah ada beberapa hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kebiasaan menonton film porno memang bisa mengubah struktur serta fungsi otak. Hal ini disebabkan karena saat menontonnya, otak kita akan dibanjiri oleh hormon dopamin, hormon yang bisa membuat kita puas dan bahagia. Yang menjadi masalah adalah, semakin sering kita menonton film porno, semakin menurun pula produksi dopamin dalam otak. Hal ini akan membuat tubuh menagih sensasi dopamin terus menerus sehingga akhirnya akan membuat kita kecanduan menonton video porno.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University pada tahun 2014 silam yang telah dipublikasikan dalam jurnal berjudul PLOS ONE, para peneliti membandingkan otak pecandung pornografi, pecandu narkoba, dan pecandu alkohol. Hasilnya adalah, bagian striatum ventral pada otak yang berfungsi sebagai pemberi penghargaan atau jalur kesenangan akan aktif tatkala pecandu alkohol sedang melihat gambar minuman keras. Hal yang sama terjadi pada pecandu narkoba saat melihat gambar kokain dan pecandu pornografi saat melihat gambar yang berbau porno.

Meskipun terlihat sebagai hal yang menyenangkan dan biasa saja, kecanduan video porno tidak bisa diselepekan karena bisa mengubah cara berpikir sekaligus menurunkan produktifitas seseorang. Kebanyakan hal yang dipikirkannya pun menjadi hanya yang berbau pornografi saja, bukan hal yang lebih penting bagi kehidupan sehari-hari. Dalam banyak kasus, hal ini bahkan bisa membuat seseorang menarik diri dari kehidupan sosial dan meningkatkan resiko depresi. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita berhenti menonton video porno.