Suka Mencabuti Rambut? Awas, Bisa Jadi Anda Terkena Penyakit Ini

DokterSehat.Com – Anda termasuk suka menggaruk kulit atau mencabuti rambut bercabang? Meskipun terlihat biasa saja, pakar kesehatan ternyata menganggap hal ini sebagai masalah kesehatan yang cukup serius. Di dalam dunia medis, masalah ini disebut sebagai dermatillomania dan trichotillomania.

doktersehat-kesehatan-rambut-bercabang

Pakar kesehatan menyebutkan jika banyak orang yang tak sadar jika mereka memiliki keinginan berlebih untuk menggaruk kulitnya atau mencabuti rambutnya, khususnya rambut bercabang. Andai mereka tak melakukannya, mereka bisa saja mengalami kecemasan berlebihan atau bahkan stress sehingga pada akhirnya menjadi candu.

Trichotillomania Support Group dari Inggris Raya menyebutkan jika penderita penyakit ini kerap kali mencabuti rambutnya, khususnya bulu mata, alis mata, kulit kepala, jenggot, hingga bulu kemaluannya. Kecanduan perilaku ini juga kerap kali tidak diungkapkan oleh siapapun karena penderitanya merasa malu. Memang, untuk menutupi bekas kecanduan ini, kita bisa menggunakan make-up atau bahkan rambut palsu. Namun, banyak orang kecanduan hal tersebut pada akhirnya menarik diri dari kehidupan sosial.

Salah seorang wanita berusia 34 tahun namun tidak disebutkan namanya mengaku jika Ia terbiasa mencabuti rambut bercabang karena tidak ingin penampilan rambutnya kusut sejak remaja. Tanpa disadari, kebiasaan ini berlangsung hingga Ia beranjak dewasa hingga rambutnya akhirnya menipis dan menurunkan kepercayaan dirinya. Ia bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk mencabuti rambut bercabangnya. Wanita ini kerap melakukannya saat menyusui buah hatinya sehingga bayinya dipenuhi oleh rambut-rambut yang Ia cabuti.

Dr. David Kingsley, pemimpin dari World Trichology Society, menyebutkan jika tanpa disadari, kebiasaan buruk ini sangat sulit untuk dihentikan oleh mereka yang sudah kecanduan. Bahkan, kecanduan ini jauh lebih sulit untuk dihentikan dari merokok. Memang, kita bisa mengatasi kecanduan ini dengan hypnotherapy ataupun cognitive behavioural therapy. Namun, terapi-terapi tersebut tidak mudah ditemukan di berbagai tempat, apalagi jika penderitanya jauh dari kota besar.