Suka Memakai Celana Dalam Ketat? Awas Terkena Selulit

DokterSehat.Com – Banyak orang yang cenderung kurang memperhatikan ukuran celana atau pakaian dalam yang dikenakan. Asalkan cukup nyaman untuk dipakai, maka celana atau pakaian dalam ini akan selalu digunakan. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita memilih celana atau pakaian dalam yang tidak terlalu ketat. Hal ini dikarenakan celana atau pakaian dalam yang ketat jika sering dikenakan ternyata bisa memicu munculnya selulit. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-underwear-bh-celana-dalam-bra

Pakar kesehatan kulit dr. Cheryl Karcher yang berasal dari New York, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa dengan menggunakan celana atau pakaian dalam yang ketat, maka kulit akan tertekan dan hal ini akan membuat sirkulasi aliran darah tidak lancar dan terbatas. Padahal, ketidaklancaran aliran darah inilah yang pada akhirnya memicu munculnya selulit. Pendapat dari dr. Karcher juga didukung oleh hasil penelitian yang menyebutkan bahwa celana dan pakaian dalam yang ketat memang mampu menghambat kelancaran aliran darah dengan signifikan. Gara-gara ketidaklancaran aliran darah ini, kemampuan tubuh dalam membuang racun secara alami juga mengalami masalah.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk tidak memakai celana atau pakaian dalam yang ketat, khususnya saat kita tidur di malam hari. Di saat inilah proses detoksifikasi tubuh sedang bekerja dengan cara menyaring sekaligus membuang berbagai racun dari dalam tubuh. Jika kita tetap menggunakannya, maka dikhawatirkan racun tidak benar-benar bisa dibuang dari tubuh kita dan akhirnya memicu masalah kesehatan, termasuk selulit.

Lantas seperti apakah celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak dianjurkan untuk dipakai? Dr. Karcher menyebutkan bahwa jika saat kita melepaskan celana atau pakaian dalam tersebut akan terlihat bekas pada kulit, maka celana atau pakaian dalam ini terlalu ketat. Bekas yang muncul pada kulit ini juga memiliki resiko tinggi untuk terkena selulit mengingat hal ini menandakan terhambatnya aliran darah dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh jaringan dan sel-sel pada tubuh.