Suka Makan Kuning Telur? Awas Masalah Kolesterol

DokterSehat.Com – Ada sebuah kebiasaan unik yang dilakukan sebagian orang di Indonesia dimana mereka akan menyimpan kuning telur untuk dimakan belakangan karena rasanya sangat enak. Memang, kuning telur akan terasa sangat nikmat untuk dimakan. Sayangnya, dibalik rasa enak dari kuning telur ini, ada bahaya yang tersimpan dimana cukup tingginya kadar kolesterol di dalamnya. Karena alasan inilah banyak pakar kesehatan yang menyarankan kita untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi kuning telur.

doktersehat-kuning-telur-kolesterol

Pakar kesehatan dr Yoga Yuniadi, SpJP(K) yang berasal dari rumah sakit Harapan Kita di Jakarta menyebutkan jika apa yang kita makan sehari-hari berpengaruh besar pada resiko kita mengalami sakit jantung. Karena alasan inilah kita selalu diminta untuk menjaga pola makan yang sehat dengan kadar gizi yang berimbang. Sayangnya, kebanyakan masyarakat Indonesia masih makan dengan mempertimbangkan rasa saja. Sebagai contoh, kita sangat suka mengkonsumsi gorengan, kuning telur, hingga otak-otak yang bisa dengan cepat menaikkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Tahukah anda, kandungan kolesterol pada makanan layaknya otak-otak sebanyak 100 gram saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kolesterol dalam sepekan? Bisa anda bayangkan jika kita mengkonsumsi makanan ini setiap hari, tentu kesehatan organ kardiovaskular kita akan dalam ancaman. Sementara itu, kadar kolesterol yang ada dalam sebutir kuning telur juga sudah melebihi kebutuhan kolesterol dalam sehari sehingga ada baiknya memang kita tidak mengkonsumsinya terlalu sering.

Dr. Yuniadi sangat menyarankan kita untuk mengkonsumsi makanan kaya kolesterol layaknya kuning telur atau otak-otak dengan frekuensi yang jauh lebih rendah. Sebagai contoh, kuning telur yang sangat mudah untuk didapatkan setiap hari sebaiknya hanya dikonsumsi maksimal dua butir setiap minggunya. Pastikan pula bahwa kita banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh dan menurunkan resiko terkena gangguan pada organ kardiovaskular layaknya penyakit jantung.