Suka Makan Junk Food Sejak Remaja? Awas Terkena Batu Empedu

DokterSehat.Com – Junk food atau makanan cepat saji telah menjadi salah satu makanan yang cukup digemari oleh banyak orang, khususnya para remaja. Restoran makanan cepat saji bahkan kini dianggap sebagai tempat yang gaul untuk nongkrong atau menghabiskan waktu bersama-sama. Sayangnya, mengingat makanan cepat saji ini biasanya memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi, maka penikmatnya tentu akan beresiko meningkatkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah batu empedu.

doktersehat-fast-food-junk-makanan-cepat-saji-kanker-nugget-pizza-kehamilan

Tahukah anda jika dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah kasus pengangkatan kandung empedu telah naik hingga 54 persen? Pakar kesehatan menyebutkan jika pasien batu empedu juga cenderung semakin muda dan salah satu penyebabnya diyakini karena semakin meningkatnya konsumsi makanan cepat saji sejak dini. Di Inggris sendiri, pada tahun 2015 kemarin ditemukan 74.907 kasus operasi batu empedu dimana 8 ribu diantaranya dilakukan oleh mereka yang masih berusia 20an dan 11 ribu lainnya dilakukan oleh mereka yang berusia 30an.

Pakar kesehatan menyebutkan jika konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi memang mampu memicu pertumbuhan batu empedu yang bisa sangat menyakitkan penderitanya. Padahal, terapi pengobatan paling efektif bagi penyakit ini adalah dengan pengangkatan batu empedu. Memang, tanpa adanya kandung empedu, tubuh kita masih bisa tetap sehat. Namun, sayangnya, kita juga bisa mendapatkan efek samping layaknya mudah terkena diare, sakit perut, dan berbagai masalah komplikasi lainnya.

Dengan adanya fakta-fakta ini, pakar kesehatan pun menyarankan para remaja dan anak muda untuk menurunkan konsumsi makanan cepat saji demi mencegah masalah batu empedu ini. Selain itu, orang tua juga sebaiknya kini tak lagi mengajarkan anak-anak untuk mengkonsumsi makanan cepat saji, khususnya di acara-acara spesial karena hal ini justru akan mengajarkan mereka untuk menyukai atau menganggap spesial makanan yang sebenarnya tidak sehat ini.