Suka Dengan Jengkol? Waspada Resiko Kesehatan Berikut Ini

DokterSehat.Com – Meskipun kerap dianggap sebagai makanan yang bisa menyebabkan bau mulut atau bau badan, dalam realitanya masih ada banyak orang yang gemar makan jengkol. Jengkol, pete, dan berbagai lalapan lainnya bisa dikombinasikan dengan sambal untuk menciptakan cita rasa yang sangat nikmat saat dikonsumsi. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak mengkonsumsi jengkol secara berlebihan karena bisa memberikan kerugian bagi kesehatan.



Sebagai informasi, jengkol bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan layaknya semur atau rendang. Yang menarik adalah, saat kita memasaknya, bau dari jengkol ini sudah sangat terasa dan menyengat. Begitu kuatnya bau jengkol ini sehingga bisa mempengaruhi bau mulut dan air seni kita setelah mengkonsumsinya.

Menurut pakar kesehatan, bau khas jengkol yang menyengat ini berasal dari kandungan asam amino yang ada pada biji jengkol. Sebagai informasi, asam amino pada jengkol ini kaya akan kandungan sulfur. Saat terpecah menjadi komponen yang jauh lebih kecil, asam amino ini ternyata bisa menghasilkan bau yang lebih menyengat lainnya akibat dari pengaruh kandungan sulfur. Sebagai contoh, salah satu komponen yang ada pada jengkol adalah gas H2S yang memiliki bau sangat menyengat. Setelah dicerna dalam perut, jengkol pun akan menyisakan zat yang disebut jencolid acid atau asam jengkolat.

Yang menjadi masalah adalah, asam jengkolat ini ternyata langsung dialihkan saluan pencernaan menuju ke ginjal. Asam inilah yang pada akhirnya menyebabkan masalah kesehatan yang disebut sebagai jengkolan. Bagaimana tidak, asam ini sulit larut di dalam air sehingga akan mengendap pada ginjal dan menjadi kristal padat. Saat hal ini terjadi, penderita jengkolan akan kesulitan buang air kecil dan andaipun bisa melakukannya, air kecil hanya akan keluar sedikit demi sedikit dan disertai dengan rasa sakit.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak berlebihan dalam mengkonsumsi jengkol meskipun sangat menyukainya.