Suka Berlama-lama Melihat Televisi? Awas Peningkatan Resiko Kematian

DokterSehat.Com – Televisi adalah perangkat elektronik yang akan sangat mudah ditemui di hampir seluruh rumah di tanah air. Bagaimana tidak, televisi dianggap sebagai solusi paling mudah dan paling murah bagi siapapun yang ingin mendapatkan hiburan. Sayangnya, karena berbagai acara di televisi sangatlah menghibur, banyak orang yang akhirnya terlena dan menonton televisi dalam waktu yang lama setiap harinya. Padahal, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan fakta mengerikan dimana mereka yang lama melihat televisi akan lebih beresiko mengalami kematian lebih cepat.

doktersehat-nonton-tv-lama-beresiko-kematian

Sebuah penelitian yang dilakukan di Osaka University, Jepang, dan dipimpin oleh Professor Hiroyasu Iso ini menyebutkan jika mereka yang menonton televisi hingga lima jam atau lebih setiap harinya akan memiliki resiko kematian lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang menonton televisi kurang dari waktu 2,5 jam. Lama menonton televisi ternyata bisa menyebabkan penggumpalan atau emboli di paru-paru. Bahkan, jika kita menambah rata-rata dua jam durasi menonton televisi setiap harinya, resiko terkena emboli paru-paru ini bisa meningkat hingga 40 persen!

Penelitian ini sendiri melibatkan lebih dari 86 ribu orang di Jepang dan memperhatikan kebiasaan menonton televisinya sepanjang hari. Para partisipan ini, khususnya yang ada dalam kelompok usia 40 hingga 79 tahun diperhatikan kebiasaan setiap harinya hingga 19 tahun penelitian. Hasilnya adalah, ada 59 kasus kematian yang terjadi karena emboli paru-paru, dimana penggumpalan ini bisa memicu penyumbatan pembuluh darah dan pada akhirnya menyebabkan kematian.

Kini, tak hanya acara televisi, layanan video streaming yang ada di internet juga bisa menyebabkan seseorang menonton berlebihan dalam waktu yang lama dan bisa memicu emboli pada paru-paru. Untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya setiap satu jam kita berdiri dan melakukan peregangan atau setidaknya berjalan-jalan sebentar selama lima menit. Dengan membiasakan tubuh tetap aktif, maka resiko kematian pun bisa semakin ditekan.