Suasana Hati Ibu Berpengaruh Besar Pada Produksi ASI

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menganjurkan ibu hamil untuk banyak mengkonsumsi sayur katuk dan sari kedelai untuk membuat produksi ASI menjadi berlimpah. Dengan produksi ASI yang banyak, bayi pun tidak akan kekurangan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan fisik dan mentalnya. Sayangnya, banyak ibu hamil yang sangat menggantungkan kayanya produksi ASI dengan konsumsi sayur katuk ini dan tidak memperhatikan kesehatan psikologisnya. Padahal, dengan ibu yang kurang bahagia, maka produksi ASI juga bisa bermasalah dan bahkan bisa tidak keluar sama sekali!

shutterstock_113110369 copy

Setelah melahirkan, bu hamil akan memiliki sel-sel pemroduksi ASI pada payudaranya. ASI bisa keluar dan dihisap oleh bayi melalui saluran kelenjar ASI yang bermuara pada puting payudara ibunya. Tahukah anda, proses penyaluran ASI dari kelenjar ASI ke puting payudara ini ternyata membutuhkan adanya hormon oksitosin. Adanya hormon oksitosini nilah yang merangsang sel-sel otot pada payudara untuk mengeluarkan ASI yang dibutuhkan oleh bayi. Hormon ini bisa dirangsang oleh adanya hisapan pada bayi dan juga oleh suasana psikologis ibunya.

Normalnya, ibu yang baru melahirkan akan memiliki perasaan yang sangat bahagia dan akan mencurahkan semua kasih sayangnya pada sang buah hati sehingga pikirannya pun dipenuhi perasaan positif dan harapan agar ASI yang diproduksi adalah yang terbaik bagi perkembangan sang anak. Suasana positif ini, ditambah dengan adanya kegiatan yang penuh kasih sayang layaknya saat mengusap bayi atau menggendong bayi ternyata berpengaruh besar dalam merangsang munculnya hormon oksitosin sehingga produksi ASI pun bisa sangat lancar.

Sayangnya, ada beberapa ibu yang justru membawa banyak kekhawatiran bahwa Ia tidak bisa memberikan perawatan terbaik pada bayi atau ketakutan bahwa Ia tidak bisa memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan sang buah hati. Pikiran-pikiran negatif ini akan memiliki dampak yang sama dengan stres sehingga menghambat munculnya hormon oksitosin. Dengan adanya hambatan pada hormon oksitosin, maka ASI pun cenderung berhenti mengalir dan tidak bisa dikeluarkan dari puting sang ibu meskipun proses produksi ASI tetap berjalan. Melihat adanya fakta ini, ibu hamil tentu tidak boleh memelihara perasaan negatif sehingga Ia pun tetap bisa menyusui sang buah hati dengan ASI yang merupakan makanan terbaik bagi bayi.