Suara TV yang Tidak Ditonton Dapat Membuat Anak Hiperaktif

Doktersehat.com – Tumbuh kembang anak selalu menjadi perhatian setiap orang tua. Namun, banyak orang tua yang  belum mengetahui benar efek yang ditimbulkan televisi. Selain kerap menyiarkan tayangan  yang belum layak ditonton anak-anak, ternyata televisi yang dibiarkan menyala walau tidak ditonton (sering disebut “background TV”) juga dapat menimbulkan dampak yang serius bagi perkembangan si buah hati.

Sebaiknya batasilah waktu Anda menonton televisi saat sedang bersama si kecil karena meski tidak menonton TV, anak tetap bisa mendengar suaranya jika ada orang lain yang sedang menonton. Suara dari TV yang tidak ditonton secara langsung ini diyakini sangat mempengaruhi kesehatan mental. Banyak anak dalam pertumbuhannya mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) akibat mendengarkan bacground-TV . Ciri-cirinya antara lain jadi lebih hiperaktif dan susah menjaga pikiran tetap fokus pada satu kegiatan saja.

Beberapa orangtua mengakalinya dengan menonton televisi saat anak tidur atau saat anak sibuk bermain, walaupun masih di sekitar tempat mereka menonton. Padahal, hal ini tetap mengganggu perkembangan anak.

Victor Strasburger, profesor dari University of New Mexico di Albuquerque, Amerika Serikat, menyatakan bahwa pada dasarnya anak tidak dapat melakukan banyak tugas secara bersamaan. Oleh karenanya, Strasburger menganggap background TV dapat menimbulkan masalah pada kemampuan belajar dan membaca anak. Untuk membuktikannya, bersama rekan-rekannya, Strasburger meneliti 1.454 rumah tangga yang memiliki anak berusia 8 bulan hingga 8 tahun.

Risiko yang muncul akan berbeda pada setiap anak, tergantung usia mereka. Apabila anak telah berusia lebih dari dua tahun, maka masalah yang muncul adalah anak yang mendengar dan menonton tayangan yang belum sesuai dengan usianya. Sedangkan untuk anak yang masih berusia di bawah dua tahun, masalah yang akan muncul ada pada perkembangan kemampuan bahasanya.

Dari berbagai sumber