Studi: Banyak Remaja Mengalami Gangguan Emosi Karena Kurang Tidur

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan yang merupakan psikolog yang ahli di bidang tidur klinis, Ellie McGlinchey, dan juga Els van der Helm, baru-baru ini menemukan fakta yang mengejutkan dimana para remaja kini cenderung tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup jika dibandingkan dengan remaja pada jaman dahulu. Perkembangan teknologi yang membuat remaja menjadi banyak bermain gadget, game, atau bahkan sekadar bermain sosial media ditengarai menjadi pemicu akan hal ini.

doktersehat-kurang-tidur-diabetes-jantung

Van der Helm sendiri menyebutkan jika adanya remaja yang kini mengalami kurang tidur bisa mendapatkan efek buruk bagi kesehatannya. Selain adanya resiko terkena beberapa jenis penyakit, van der Helm juga mengingatkan akan adanya dampak buruk dalam hal psikologis para remaja. Secara psikologis, remaja masih fluktuatif dan sangat ingin mencari tahu akan banyak hal. Jika tubuh dan otak tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, bisa jadi mereka akan sulit untuk fokus akan suatu hal dan akan lebih sulit dalam mengendalikan emosinya. Yang terjadi berikutnya adalah masa remajanya akan menjadi hal yang kurang menyenangkan.

Dilansir dari data National Sleep Foundation, mereka yang berusia remaja sebenarnya harus tidur dengan durasi 8 hingga 10 jam setiap malamnya. Namun, dari survei kesehatan yang dilakukan pada tahun 2014, justru ditemukan bahwa 58 persen para remaja dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun justru tidur kurang dari tujuh jam setiap malamnya. Hal ini ternyata bisa berpengaruh besar pada fisik, mental, fungsi kognitif otak, hingga akademis para remaja.

Van der Helm sendiri menyebutkan jika remaja yang kurang tidur akan cenderung mudah menyerang, sangat emosional, terlalu cepat merespons suatu hal dan sangat impulsif. Jika hal ini kerap terjadi, maka dikhawatirkan remaja akan kurang bahagia dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh mereka secara umum.