Stroke Bisa Terpicu Oleh Cuaca Panas

DokterSehat.Com – Karena efek rumah kaca semakin terasa, maka tidaklah heran kita semua telah merasakannya dari hari ke hari panasnya cuaca atau matahari semakin menyengat. Cuaca panas bukan hanya dapat menyebabkan biang keringat, dan infeksi saluran pernafasan namun juga beresiko menjadi penyebab stroke.

14

Menurut dr Umar Zein, seorang dokter spesialis penyakit dalam, di Medan, terlalu tingginya udara panas(suhu) bisa menyebabkan dehidrasi bahkan hingga pingsan. Hal inilah yang memicu terjadinya heat stroke, penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang karena bisa berakibat kecacatan fatal ataupun kematian.

Heat stroke umumnya terjadi di lingkungan yang bersuhu tinggi. Biasanya, kondisi ini terjadi di daerah-daerah panas yang memiliki kelembaban rendah, seperti halnya di Arab Saudi. Orang-orang yang berada di sana cenderung tidak berkeringat sebab keringatnya akan langsung menguap, membuat mereka lebih cepat dehidrasi dan pingsan. Beda di Indonesia, keringat kita lebih cenderung banyak sehingga membuat kita merasa haus.

Dokter Umar mengatakan jika cuaca panas yang kelembabannya tinggi seperti halnya di Indonesia, tidak secara langsung mengakibatkan stroke atau menyebabkan pemecahan pembuluh darah. Namun hanya menjadi pemicu timbulnya stroke atau memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan karena dehidrasi.

Faktor risiko timbulnya stroke ini adalah diabetes, hipertensi, kadar lemak darah tinggi, dan juga obesitas. Penyakit stroke umumnya menyerang orang yang berusia dewasa atau tua. Menurut dokter Umar, untuk mengatasi atau menghindari stroke, bisa dilakukan dengan cara mengendalikan faktor risikonya. Contohnya, penderita diabetes sebaiknya segera menurunkan kadar gulanya, penderita hiperensi sebaiknya segera menurunkan tekanan darahnya, begitu pula kadar kolesterol harus dikontrol dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga.