Stroberi dan Bluberi untuk Ketajaman Otak

DokterSehat.Com – Nama Latin buah Strawberry/ Stoberi ini adalah Fragaria. Nama tersebut berkaitan dengan ‘fragrance’atau ‘aroma’. Sedangkan nama strawberry sendiri konon berkaitan dengan ‘straw’ alias merang yang dipakai untuk mengalasi buah strawberry. Uniknya biji strawberry berada di bagian luar buah berbentuk sangat kecil sehingga membuat tampilan buah jadi makin solid. Aroma buah strawberry sangat harum, manis sekaligus segar karena itu buah ini sangat digemari.

doktersehat-blueberry

Buah mungil berwarna merah dan berbintik hitam ini sangat baik bagi kesehatan. Rasanya yang manis dan sedikit masam menbuatnya banyak digemari. Kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah stroberi lebih banyak dibandingkan 1 buah jeruk orange, karena stroberi memberikan 94 miligram vitamin C atau 1,5 kebutuhan vitamin C harian. Banyak manfaat dari mengkomsumsi vitamin C, antara lain menjaga kesehatan gigi dan gusi anak-anak tetap sehat, membantu penyembuhan luka dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi serta menjadi antioksidan yang membantu mengurangi resiko beberapa jenis kanker.

Buah bluberi dan stroberi patut menjadi pilihan terbaik untuk makanan otak Anda. Sebuah studi teranyar menunjukkan bahwa makanan yang mengandung kadar flavonoid tinggi (stroberi, bluberi dan produk beri lainnya) dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif otak.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Annals of Neurology menemukan bahwa wanita yang makan satu porsi atau lebih bluberi atau dua porsi atau lebih stroberi seminggu bisa menunda penuaan kognitif pada otak hingga 2,5 tahun, ketimbang dengan mereka yang makan sedikit atau tidak makan produk beri sama sekali.

Dalam temuannya, peneliti melibatkan 16.010 wanita yang ikut bagian dalam Nurse Health Study. Dalam kajiannya, peneliti telah mencatat pola makan semua wanita sejak tahun 1980, dan mengukur fungsi mental partisipan pada usia 70 tahun atau lebih dan yang tidak mengidap stroke antara tahun 1995 dan 2001.

Peneliti mengukur fungsi kognitif peserta selama wawancara lewat telepon yang dilakukan dalam interval waktu 2 tahun. Kemudian peserta diminta untuk menjalani tes memori seperti mengulang setiap percakapan yang baru di dengar atau mengingat kata-kata atau angka-angka. Hasil temuan menunjukkan bahwa mereka yang makan lebih banyak buah beri memiliki otak lebih muda 2,5 tahun daripada mereka yang tidak makan buah beri.

Para peneliti menyimpulkan bahwa asupan tinggi flavonoid, senyawa yang ditemukan dalam tanaman yang memiliki antioksidan kuat dan anti-inflamasi, terutama dari beri, berfungsi dalam mencegah penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Peneliti menjelaskan, stres dan peradangan (inflamasi), keduanya dapat berkontribusi dalam penurunan fungsi kognitif, namun dengan meningkatkan asupan flavonoid hal itu dapat ditekan.

“Kami memberikan bukti epidemiologi pertama bahwa buah beri dapat memperlambat perkembangan penurunan kognitif pada wanita lansia,” kata peneliti utama Dr Elizabeth Devore di Brigham and Women Hospital dan Harvard Medical School di Boston.

“Temuan kami memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat agar dapat meningkatkan asupan beri sebagai modifikasi diet yang cukup sederhana dalam memberikan perlindungan fungsi kognisi otak pada orang dewasa yang lebih tua,” tambahnya.

Meskipun efek konsumsi beri terlihat sangat membantu perbaikan memori, namun peneliti mengatakan bahwa ada makanan lain yang mengandung jumlah tinggi flavonoid seperti misalnya teh, bawang dan anggur merah.