Striktur Uretra – Penyebab, Gejala , dan Faktor Risiko

Striktur-Uretra-doktersehat

DokterSehat.Com– Striktur uretra adalah kondisi penyempitan uretra yang dapat membatasi aliran kemih dan biasa menyerang pada pria. Uretra adalah semacam saluran seperti selang yang membawa urine dari kandung kemih sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Biasanya uretra cukup lebar agar urine mengalir bebas melaluinya.

Penyebab Striktur Uretra 

Striktur uretra melibatkan penyempitan uretra. Ini biasanya karena peradangan jaringan atau adanya jaringan parut di dinding uretra. Jaringan parut adalah akibat dari banyak faktor. Anak laki-laki muda yang menjalani operasi hipospadia (prosedur untuk memperbaiki uretra yang belum berkembang) dan laki-laki yang memiliki implan penis memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan striktur uretra.

Cedera straddle adalah jenis trauma umum yang dapat menyebabkan striktur uretra. Contoh cedera straddle termasuk jatuh di batang sepeda atau tertabrak di daerah dekat skrotum.

Penyebab lain yang mungkin dari striktur uretra meliputi:

  • Fraktur pelvis
  • Pemasangan kateter
  • Radiasi
  • Operasi yang dilakukan pada prostat
  • Benign prostatic hyperplasia

Penyebab langka meliputi:

  • Tumor yang terletak di dekat uretra
  • Infeksi saluran kemih yang tidak diobati atau berulang
  • Infeksi menular seksual (IMS), gonore, atau klamidia

Gejala Striktur Uretra 

Striktur uretra dapat menyebabkan banyak gejala, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa tanda-tanda striktur uretra meliputi:

  • Aliran urine yang lemah atau pengurangan volume urine
  • Tiba-tiba buang air kecil atau sering tiba-tiba ingin untuk buang air kecil
  • Serasaan kandung kemih tidak tuntas mengosongkan setelah buang air kecil
  • Kencing sering berhenti atau keluar
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Ketidakmampuan mengendalikan buang air kecil (inkontinensia)
  • Nyeri di daerah perut panggul atau bawah
  • Adanya cairan keluar dari uretra
  • Pembengkakan penis dan nyeri
  • Adanya darah di air mani atau urine
  • Urine berwarna gelap
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil (ini sangat serius dan membutuhkan perhatian medis segera)

Diagnosis Striktur Uretra 

Dokter mungkin menggunakan beberapa pendekatan untuk mendiagnosis striktur uretra. Berikut prosedurnya:

Meninjau kembali gejala dan riwayat medis Anda
Anda dapat melaporkan sendiri gejala-gejala yang disebutkan di atas. Dokter Anda mungkin juga bertanya tentang penyakit masa lalu dan prosedur medis untuk menentukan apakah satu atau lebih faktor risiko hadir.

Melakukan pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik sederhana pada area penis dapat membantu dokter mengidentifikasi adanya striktur urine. Misalnya, dokter akan dapat dengan mudah mengamati kemerahan (atau keluarnya cairan uretra) dan mencari tahu apakah terdapat satu area atau lebih yang keras atau bengkak.

Melakukan tes
Untuk membuat diagnosis pasti striktur uretra, dokter juga dapat memutuskan untuk melakukan satu atau lebih tes berikut:

  • Mengukur laju aliran air seni saat buang air kecil
  • Menganalisis sifat fisik dan kimia urine untuk menentukan apakah bakteri (atau darah) hadir
  • Sitoskopi: memasukkan tabung kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra (cara paling langsung untuk memeriksa striktur)
  • Mengukur ukuran pembukaan uretra
  • Pemeriksaan untuk klamidia dan gonorrhea

Faktor Risiko Striktur Uretra 

Beberapa pria memiliki risiko tinggi terkena striktur uretra, terutama mereka yang memiliki:

  • Memiliki satu atau lebih jenis infeksi menular seksual
  • Pernah dipasang kateter baru-baru ini (selang kecil yang fleksibel dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengalirkan air seni dari kandung kemih)
  • Mengalami uretritis (pembengkakan dan iritasi di uretra), mungkin karena infeksi
  • Pembengkakan prostat.
Striktur Uretra – Halaman Selanjutnya: 1 2