Stress pada Kehamilan Trimester Akhir Memiliki Dampak Buruk, Benarkah?

DokterSehat.Com – Setiap manusia tentunya dihadapkan pada berbagai macam masalah dalam hidup, ada yang mudah diatasi namun tidak sedikit pula menyebabkan perasaan stress dalam individu tersebut. Stress bisa menimpa siapa saja tak terkecuali ibu yang sedang hamil. Berbagai macam faktor bisa menimbulkan perasaan stress pada ibu di kehamilan trimester akhir misalnya masalah keuangan, masalah dengan suami, dan masalah berkaitan tentang kepindahan rumah selama usia kehamilan akhir ternyata berhubungan dengan perkembangan motorik yang terlambat pada anak hingga 17 tahun kemudian. Dampak buruk ini tidak muncul pada anak yang ibunya merasakan stress pada kehamilan trimester awal.

doktersehat-hamil-pusing-Preeklamsia

Penelitian pada wanita di Australia mengungkapkan bahwa masalah keuangan merupakan stressor yang paling banyak terjadi disusul dengan masalah terkait kehamilan yang menempati urutan kedua. Sebanyak 2900 wanita dari Australia diminta untuk mengisi kuesioner pada usia kehamilan 18 dan 34 minggu. Data tentang perkembangan motorik anak dikumpulkan pada usia 10,14, dan 17 tahun.

Hasilnya didapatkan pada usia 10 tahun, 80 anak dari ibu yang tidak stress mengalami keterlambatan motorik ringan dibandingkan 156 anak yang lahir dari ibu yang stress ringan dan stress berat. Sedangkan saat dilihat pada usia 17 tahun, 68 anak dari ibu yang tidak stress mengalami keterlambatan motorik ringan dibandingkan 144 anak dari ibu yang mengalami stress berat.

Seorang anak yang lahir dari ibu dengan stress berat (?3 macam penyebab stress selama kehamilan) ternyata memiliki perkembangan motorik yang lebih rendah daripada anak yang dilahirkan dari ibu yang tidak stress atau ibu dengan stress ringan.

Semua ibu tentunya tidak menginginkan adanya keterlambatan motorik terjadi pada anaknya kelak. Dari penelitian diatas langkah pencegahan yang dapat dibuat adalah mengurangi stress pada saat kehamilan terutama kehamilan trimester akhir. Perawatan emosional selama kehamilan dapat membantu mengurangi stress pada ibu hamil. Ibu yang hamil hendaknya menjadi relax, mengurangi beban pikiran yang sebenarnya tidak terlalu penting, dan lebih memfokuskan diri untuk janin yang dikandungnya. Begitu pula suami juga memiliki peran penting untuk menjaga sang istri yang hamil agar tetap sehat baik fisik dan emosional untuk menghasilkan keturunan yang sehat pula. Lingkungan yang mendukung tentunya sangat diperlukan untuk seorang ibu yang hamil.