Cara Mengatasi, Mengurangi, dan Menghindari Stres

DokterSehat.Com – Orang yang tidak mampu mengendalikan stres yang dialaminya dapat mengalami nyeri kepala, nyeri perut, gangguan tidur, penyakit tertentu, dan depresi. Stres dapat dikendalikan dengan membuat jurnal atau catatan harian, meditasi, olahraga, membicarakan masalah dengan orang lain, atau melakukan aktivitas yang disukai.

doktersehat-stres-kerja-emosi-depresi

Penyebab stres

Berbagai hal dapat menyebabkan stres. Kita dapat mengalami stres pada saat wawancara kerja, menjalani ujian sekolah, atau mengikuti perlombaan. Stres jangka pendek seperti itu merupakan hal yang wajar. Stres jangka panjang (kronik) disebabkan oleh suatu peristiwa atau situasi yang menimbulkan stres untuk waktu yang lama, misalnya masalah di tempat kerja atau perseteruan dengan anggota keluarga. Seiring dengan berjalannya waktu, stres yang berkepanjangan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik.

Masalah pribadi yang dapat menimbulkan stres contohnya:

  • Masalah kesehatan, terutama jika menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung atau diabetes.
  • Masalah emosional, misalnya kemarahan yang tidak bisa diungkapkan, depresi, kesedihan, rasa bersalah, atau kurang percaya diri.
  • Masalah hubungan personal, misalnya masalah dengan teman atau merasa tidak punya teman.
  • Perubahan hidup yang drastis, misalnya kematian orang yang disayangi, diberhentikan dari pekerjaan, menikah, atau pindah ke kota lain.
  • Keluarga, misalnya ada keluarga yang mengalami stres atau menderita penyakit serius.
  • Konflik batin. Contohnya, seseorang yang sangat menyayangi keluarganya, tetapi tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya.

Masalah sosial dan pekerjaan yang dapat menyebabkan stres di antaranya:

  • Hidup di lingkungan yang terlalu padat, kriminalitas tinggi, polusi, atau kebisingan dapat menimbulkan stres kronik.
  • Situasi sosial. Tidak punya uang untuk membayar hutang, merasa tidak punya teman, atau adanya diskriminasi sosial juga dapat menimbulkan stres.
  • Tidak menyukai pekerjaan yang dilakoni atau tuntutan pekerjaan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres.

Dampak dari stres

Stres dapat menimbulkan perubahan dalam tubuh. Selain itu, stres juga mempengaruhi emosi. Beberapa gejala stres di antaranya: denyut jantung cepat, nyeri kepala, kaku leher dan/atau bahu, nyeri punggung, napas cepat, berkeringat, nyeri perut, mual, atau diare. Seiring berjalannya waktu, stres juga dapat mempengaruhi:

  • Sistem kekebalan tubuh. Stres yang terus-menerus dapat membuat orang mudah untuk jatuh sakit.
  • Stres berhubungan dengan tekanan darah tinggi, denyut jantung abnormal (aritmia), dan sumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Stres juga berhubungan dengan penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan gagal jantung.
  • Ketegangan terus-menerus karena stres dapat menimbulkan nyeri pada leher, bahu, dan pinggang.
  • Saluran cerna. Stres dapat memperburuk penyakit lambung dna usus.
  • Organ reproduksi. Stres berhubungan dengan kesuburan yang rendah, gangguan ereksi, masalah dalam kehamilan, dan nyeri saat menstruasi.
  • Paru-paru. Stres dapat membuat gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronik semakin berat.
  • Masalah kulit seperti jerawat dan psoriasis dapat diperburuk oleh stres.

Reaksi ekstrim stres disebut dengan serangan panik. Serangan panik adala rasa cemas atau ketakutan yang muncul secara tiba-tiba dan sangat berat hingga membuat seseorang sulit bernapas, pusing, atau jantung berdebar kencang. Orang yang mengalami serangan panik mungkin merasa seperti mengalami serangan jantung atau seperti akan mati. Penyebab serangan panik ini masih belum dapat dijelaskan, tetapi dapat terjadi pada tingkat stres yang tinggi dalam waktu yang lama.

Tanda-tanda stres juga dapat dilihat dari pola pikir, tindakan, dan perasaan. Orang yang mengalami stres dapat:

  • Merasa sulit untuk mengatasi bahkan masalah kecil sekalipun
  • Merasa frustasi, mudah marah pada orang lain tanpa alasan yang jelas
  • Mudah kaget
  • Sulit fokus pada satu pekerjaan
  • Terlalu khawatir dengan hal-hal kecil yang tidak penting
  • Merasa banyak melakukan kesalahan karena tidak bisa bertindak cepat
  • Membayangkan hal-hal buruk akan terjadi

Pengaruh stres pada seseorang bergantung pada berbagai hal seperti: kepribadian, pendidikan dalam keluarga, opini terhadap stres, strategi untuk menghadapi stres, dan sukungan sosial.

Baca Juga:  Makanan Yang Bisa Menurunkan Resiko Terkena Kanker Payudara

Mengukur stres

Merasakan stres adalah fakta yang terjadi di dalam hidup hampir semua orang. Namun, pengaruhnya berbeda-beda pada tiap orang. Hal yang menyebabkan stres pada satu orang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain. Hanya diri sendiri yang bisa mengetahui tingkat stres yang dialaminya. Tanyakan pertanyaan ini pada diri sendiri untuk mengetahui penyebab stres:

  • Berasal dari manakah stres yang dialami? Apakah diri sendiri, keluarga, atau pekerjaan?
  • Apakah ada perubahan hidup yang drastis yang baru saja terjadi (misalnya baru menikah, pindah ke kota lain, atau berganti pekerjaan)?
  • Apakah keyakinan diri yang menyebabkan stres (misalnya prinsip hidup, tujuan hidup, atau cita-cita yang belum tercapai)?
  • Bangaimana cara diri sendiri menghadapi stres (misalnya dengan tidur atau melakukan aktivitas lain)?

Cara untuk mengurangi stres

Cara yang terbaik dalam menajemen stres adalah dengan mempelajari strategi untuk menghadapi stres secara sehat. Cobalah satu atau beberapa tips sampai menemukan cara yang paling cocok untuk diri sendiri. Jika sudah ketemu yang cocok, lakukan berulang kali sampai hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Beberapa teknik untuk mengurangi stres berfokus pada relaksasi pikiran dan badan.

Cara-cara untuk merelaksasikan pikiran antara lain:

  • Cobalah untuk menuliskan hal-hal yang mengganggu pikiran. Tuliskan peristiwa-peristiwa yang menimbulkan stres dan semua yang dirasakan dalam menghadapi peristiwa tersebut secara rutin setiap hari. Cobalah lacak hal-hal yang menimbulkan stres sehingga akhirnya menemukan cara yang terbaik untuk menghadapi stres tersebut.
  • Ungkapkan perasaan. Katakanlah, tertawalah, menangislah, dan luapkanlah kemarahan, semua hal ingin diungkapkan. Membicarakan masalah yang dialami dengan keluarga, teman, psikolog, atau tokoh agama merupakan cara yang sehat untuk mengurangi stres.
  • Lakukan hal yang disenangi. Kadang orang merasa terlalu sibuk untuk melakukan hal-hal seperti ini, tetapi meluangkan waktu untuk melakukan hobi atau kegiatan yang disukai dapat membuat kita tenang. Contohnya berkebun, membuat kerajinan tangan, memlihara binatang, atau melakukan aktivitas sosial.
  • Fokus pada apa yang dihadapi saat ini. Meditasi dapat membantu memfokuskan perhatian pada hal-hal yang terjadi saat ini.

Sedangkan cara untuk merelaksasikan tubuh di antaranya:

  • Olahraga merupakan salah satu cara yang terbaik untuk mengendalikan stres. Berjalan kaki merupakan cara yang baik untuk mengawalinya. Bahkan aktivitas sehari-hari seperti membersihkan rumah atau halaman rumah juga dapat mengurangi stres. Olahraga juga perlu dilakukan untuk melemaskan otot-otot yang tegang karena stres.
  • Cobalah lakukan teknik-teknik relaksasi, seperti yoga, teknik pernapasan, dan relaksasi otot.

Cara untuk menghindari stres

Stres merupakan bagian dari hidup yang tidak selalu bisa dihindari. Namun, kita dapat mencoba untuk menghindari situasi yang menyebabkan stres dan mengatur bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Cobalah untuk membuat beberapa perubahan dalam hidup untuk menghindari situasi yang dapat menyebabkan stres. Berikut ini ada beberapa tips.

  • Manajemen waktu. Manajemen waktu merupakan cara untuk memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang ingin dan perlu dilakukan. Manajemen waktu dapat membantu memutuskan mana yang harus dilakukan lebih dulu dan mana yang bisa ditunda. Mengatur waktu dapat membuat hidup lebih mudah dan lebih bermakna.
  • Perhatikan gaya hidup. Seimbangkan kebutuhan pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Tentukan tujuan hidup dan lakukan aktivitas yang bermanfaat. Istirahat yang cukup. Makan makanan yang sehat serta hindari rokok dan alkohol. Olahraga teratur.
  • Mencari dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat. Dukungan orang lain membawa dampak yang besar dalam menghadapi stres.
  • Ubah pola pikir. Singkirkan semua pikiran negatif yang selalu berfokus pada sisi buruk dan bukan sisi baik sebuah keadaan. Berpikirlah positif dan ambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi.