Stres Dan Penyebabnya

DokterSehat.Com – Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit, stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri, Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup seharihari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.



Gejala-gejala stress :

  1. Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan kolega.
  1. Bertindak secara agresif dan defensif.
  1. Merasa selalu lelah.
  1. Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
  1. Palpitasi atau jantung berdebar-debar.
  1. Otot-otot tegang.
  1. Sakit kepala, perut dan diare.

Komplikasi stress :

  1. Tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
  1. Sakit mental, hysteria.
  1. Gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau terlalu banyak makan.
  1. Tidak bisa tidur (insomnia).
  1. Migren atau kepala pusing.
  1. Sakit maag.
  1. Serangan asma yang tambah berat.
  1. Ruam kulit.

Penyebab stres atau  stressor :

Stressor  adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres.  Stressor dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, dirumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya. Istilah stressor diperkenalkan pertama kali oleh Selye (dalam Rice, 2002).

Menurut Lazarus Dan Folkman (1986) stressor dapat berwujud atau berbentuk fisik (seperti polusi udara) dan dapat juga berkaitan dengan  lingkungan sosial (seperti interaksi sosial). Pikiran dan perasaan individu sendiri yang dianggap sebagai suatu ancaman baik yang nyata maupun imajinasi dapat juga menjadi stressor.

Baca Juga:  Wajib Tahu 4 Gejala Umum Seseorang Mengalami Psikosomatis

Menurut Lazarus Dan Cohen (1977), tiga tipe kejadian yang dapat menyebabkan stres yaitu :

  1. Daily hassles  yaitu kejadian kecil yang terjadi berulang-ulang setiap hari seperti masalah kerja di kantor, sekolah dan sebagainya.
  1. Personal stressor  yaitu ancaman atau gangguan yang lebih kuat atau kehilangan besar terhadap sesuatu yang terjadi pada level individual seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan dan masalah pribadi lainnya.

Ditambahkan Freese Gibson (dalam  Rachmaningrum, 1999) umur adalah salah satu faktor penting yang menjadi penyebab stres, semakin bertambah umur seseorang, semakin mudah mengalami stres. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor fisiologis yang telah mengalami kemunduran dalam berbagai kemampuan seperti kemampuan visual, berp ikir, mengingat dan mendengar.

Pengalaman  kerja  juga  mempengaruhi munculnya stres kerja. Individu yang memiliki pengalaman kerja lebih lama, cenderung lebih rentan terhadap tekanan-tekanan dalam pekerjaan, daripada indi vidu dengan sedikit pengalaman (Koch Dan Dipboye, dalam Rachmaningrum,1999). Selanjutnya masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat stress, yaitu kondisi fisik, ada tidaknya dukungan sosial, harga diri, gaya hidup dan juga tipe kepribadian tertentu (Dipboye, Gibsin, Riggio dalam Rachmaningrum, 1999).