Stimulasi Pancaindera Anak

DokterSehat.Com – Agar tumbuh kembang  anak menjadi optimal, maka orangtua perlu untuk mengenalkan dunia luar pada anak. Anak dapat memahami dan mengeksplorasi lingkungan melalui kelima pancaindranya, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan.

doktersehat-renang-keluarga

Orangtua dapat mengajarinya nama-nama pancaindra seperti mata, hidung, mulut, telinga, dan tangan. Kemudian, setelah anak mengerti dan menghafalkannya, dapat dilanjutkan dengan menerangkan kegunaan dari masing-masing pancaindra tersebut.

Orangtua dapat juga memasukkan topik mengenai pancaindra ke dalam pembicaraan sehari-hari, seperti “bunga ini harum sekali”, “suara klakson mobil itu nyaring sekali”, “kue ini rasanya manis”, “es batu dingin sekali”, dan lain-lain.

Latih dengan Permainan

Berbagai permainan menyenangkan dapat orangtua lakukan untuk membantu merangsang pancaindra anak, seperti:

  • Pendengaran

Anak memerlukan pendengaran yang baik agar ia memiliki kemampuan yang baik untuk mendengarkan orangtua, teman, dan menyimak guru di sekolah. Ajaklah anak anda untuk melakukan permainan yang melibatkan banyak instruksi, dan amati apakah ia dapat menangkap dan melakukannya dengan baik.

  • Penglihatan

Latihlah penglihatan anak anda dengan melakukan permainan mencocokkan, seperti mencocokkan gambar, huruf, dan angka. Ajak juga ia untuk bermain di taman, dan ajarkan tentang warna-warna bunga yang ada di taman.

  • Penciuman

Lakukan permainan dengan menutup mata anak dengan kain, dan mintalah ia untuk menebak suatu benda hanya dengan menciumnya. Benda yang dapat dipakai adalah benda yang wanginya khas, seperti teh, kopi, cokelat, kayu manis, dan lain-lain.

  • Pengecapan

Ajarkan pula mengenai berbagai macam rasa melalui makanan yang berbeda, seperti manis, asin, dan asam. Orangtua juga dapat melakukan permainan yang sama seperti untuk melatih penciuman, yaitu dengan menutup mata Si Kecil dan memintanya menebak nama makanan yang dimakannya.

  • Perabaan

Ajarkan anak anda untuk meraba berbagai permukaan yang berbeda, seperti yang halus, kasar, berbulu, berbatu-batu, dan lain-lain. Orangtua juga dapat mengujinya dengan menutup mata dan memintanya menebak nama benda yang dipegangnya.

Baca Juga:  Bruxism, Kondisi Tidur Dengan Gigi Yang Bergemeretakan

Semoga dapat bermanfaat bagi anak anda di rumah 🙂