Sterilisasi Pada Wanita, Perlukah?

DokterSehat.Com – Proses sterilisasi adalah di mana tuba falopi wanita akan ditutup dengan beberapa cara yang akan menghapus secara permanen kemampuan wanita untuk mengandung atau hamil. Cara sterilisasi adalah dengan menutup atau mengikat tuba melalui proses tubal ligation menggunakan aliran elektrik, klip ataupun cincin. Cara ini adalah cara yang paling ekstrem dari sekian banyak jenis pengontrol kehamilan.



Saat tuba falopi ditutup, tidak akan ada lagi sel telur yang dilepaskan dari dalam ovarium menuju rahim untuk dibuahi. Hal tersebut menyebabkan sperma tidak dapat mencapai sel telur dan kehamilan pun dapat terhindarkan. Namun, sebenarnya prosedur sterilisasi ini adalah prosedur medis yang aman dan tidak membahayakan nyawa, meski masih memiliki berbagai risiko, seperti terjadinya kehamilan ektopik di dalam tuba falopi.

Namun, kekurangan dari proses sterilisasi ini terletak dari sifatnya yang permanen. Sedangkan, keuntungannya adalah dapat membantu suami istri yang tidak ingin menambah keturunan dengan tidak mengubah susunan hormon dari wanita. Para wanita yang memutuskan melakukan sterilisasi, juga masih dapat menerima haid secara teratur.

Berikut 4 jenis prosedur sterilisasi :

  • Laparotomy
    Prosedur laparotomy serupa dengan prosedur mini-laparotomy, yang membedakan hanya terletak pada proses pemulihannya yang diperlukan rawat inap. Hal itu dikarenakan prosedur ini termasuk jenis operasi besar, dengan sayatan sebesar dua hingga lima inci di perut.
  • Mini-laparotomy
    Mini-laparotomy biasanya dilakukan setelah persalinan tanpa menggunakan gas atau laparoscopy. Sayatan kemudian dilakukan di bawah pusar atau di atas garis rambut kemaluan dengan menggunakan bius lokal. Saat tuba falopi ditemukan, tuba falopi akan diikat dengan aliran listrik untuk memblokir jalurnya. Proses pemulihan akan memakan waktu beberapa hari.
  • Laparascopy
    Laparascopy dilakukan dengan pemberian bius, mulai dari bius lokal, regional, hingga bius total. Caranya, dokter akan mulai menyuntikkan gas karbon dioksida yang akan membuat perut menjadi menggembung, sehingga dokter dapat melihat dengan jelas organ dalam tubuh secara jelas.

    Luka sayatan lalu dilakukan di dekat pusar untuk memasukkan laprascopy yang berbentuk seperti tongkat bercahaya dan lensa untuk melihat. Laparascope kemudian akan mencari lokasi tuba falopi. Setelah menemukannya, akan dimasukkan alat untuk menutup tuba falopi yang kadang dapat melalui sayatan kecil kedua. Dalam menjalani prosedur ini, tidak diperlukan rawat inap.

  • Essure
    Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan micro-insert ke dalam setiap tuba falopi yang akan memicu terjadinya pertumbuhan alami dalam jaringan untuk menutup lubang bukaan tuba falopi. Essure membutuhkan waktu selama tiga bulan sebelum bekerja secara efektif dan harus diikuti dengan follow up menggunakan X-ray untuk memastikan pemblokiran tuba falopi berhasil dilakukan. Dibandingkan dengan prosedur lain, Essure merupakan prosedur yang lebih aman dengan pemulihan yang cepat dan tanpa luka.