Kanker Rahim – Stadium dan Pengobatan

Pengetahuan tentang patologik bedah, serta stadium klinis kanker korpus uteri sangat penting dalam mengembangkan rencana pengelolaan yang tepat untuk endometrium karsinoma dan sarkoma rahim. Stadium kanker endometrium melibatkan prosedur histerektomi, salpingo-ooforektomi bilateral, dan limfadenektomi panggul bilateral. Limfadenektomi para-aorta dianjurkan dengan invasi yang dalam, tahap klinis lanjut, dan penyakit lanjut.

doktersehat-wanita-kanker-serviks-rahim

Klasifikasi stadium revisi dari 2009 dijelaskan di bawah ini:

Stadium I

  1. Masih terbatas pada lapisan endometrium rahim, atau invasi kurang dari satu setengah lapisan miometrium
  2. Invasi sampai satu setengah atau lebih lapisan endometrium.

Stadium II
Invasi ke leher rahim

Stadium III:
IIIA: Menginvasi saluran tuba falopii atau ovarium bagian serosa
IIIB: Menginvasi vagina
IIIC: Menginvasi kelenjar getah bening di pelvis atau paraaorta

Stadium IV
IVA: Invasi ke mukosa usus besar atau kandung kemih
IVB: Metastasis jauh seperti ke kelenjar getah bening selangkangan, ke organ lain seperti paru, otak, dan sebagainya

Pengobatan
Setelah diagnosis kanker dibuat, penanganan sebelum operasi perludilakukan seperti pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kadar CA-125 (jika diindikasikan dengan adanya presentasi atipikal atau histologi), radiografi dada, dan EKG, pemeriksaan koagulasi juga dibutuhkan, dan juga skrining pemeriksaan rutin lainnya (seperti mamografi, Pap-smear, kolonoskopi/ sigmoidoskopi, jika diindikasikan pada pasien yang menunjukkan gejala tertentu, atau pada pasien usia lanjut)

Jika pasien memiliki gejala spesifik seperti ketidaknormalan pemeriksaan saraf, nyeri tulang, atau gejala respirasi, pemeriksaan metastasis langsung seperti CT scan/ MRI kepala, bone scan, perlu dilaukan sebelum operasi.

Pemeriksaan lain yang kadang digunakan seperti CT, MRI, PET/ CT, proktosigmodoskopi, dan sitoskopi dapat dilakukan.

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai penanganan yang tepat untuk Anda.